Sabtu, 28 November 2020 11:47

​Risma Sujud pada dr. Sudarsono, Kiai Afif: Kufur jika untuk Ibadah, Haram Jika untuk Penghormatan

Selasa, 30 Juni 2020 08:40 WIB
Editor: MMA
​Risma Sujud pada dr. Sudarsono, Kiai Afif: Kufur jika untuk Ibadah, Haram Jika untuk Penghormatan
KH Afifuddin Muhajir. Foto: MMA/BANGSAONLINE.COM

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Heboh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sujud di kaki dr. Sudarsono terus menghiasi media, baik media mainstream maupun media sosial. Bagaimana sebenarnya hukum sujud kepada manusia dalam pandangan agama Islam?

Ulama ahli fiqh KH Afifuddin Muhajir menegaskan bahwa arti sujud adalah merendahkan diri dengan cara meletakkan dahi ke tanah. Menurut Kiai Afif – panggilan KH Afifuddin Muhajir – sujud ada dua macam.

“Pertama, sujud ibadah. Kedua, sujud penghormatan,” kata Kiai Afif kepada BANGSAONLINE.COM, Selasa (30/6/2020) pagi.

Menurut Kiai Afif, dua-duanya tidak boleh dilakukan oleh manusia. Sujud – kata Kiai Afif – hanya boleh dilakukan untuk Allah SWT. “Sujud ibadah kepada makhluk adalah kufur, sedang sujud penghormatan kepada makhluk adalah haram,” tegas penulis banyak kitab dan buku, di antaranya Fathu Al-Mujib Al-Qarib dan Fiqh Tata Negara.

Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur itu kemudian mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam al-Hasan al-Bashri. Hadits itu menyebutkan, ada seorang laki-laki matur kepada Rasulullah SAW. “Kami selama ini mengucapkan salam kepada panjenengan sebagaimana sebagian kami mengucapkan salam kepada sebagian yang lain. Tidak bolehkah kami sujud kepada panjenengan?,” tanya lelaki itu.

Nabi Muhammad menjawab: Laa yanbaghi ayyasjuda li-ahadin mindunillah. Artinya, tidak ada yang berhak mendapatkan penghormatan sujud selain Allah.

Seperti diberitakan, kini viral video Risma sujud di kaki dokter Sudarsono. Ia bersujud dan menangis di hadapan sejumlah dokter, saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Balai Kota, Senin (29/6/2020).

Peristiwa itu bermula dari keluhan dokter Sudarsono, yang merupakan Ketua Tim Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging) RSUD dr. Soetomo Surabaya, tentang membeludaknya pasien Covid-19 di RS.

Dokter tersebut menyatakan, salah satu penyebab membeludaknya rumah sakit karena banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Risma sontak mendekati dokter tersebut dan bersujud di kakinya. Sambil tersedu Risma menyatakan bahwa pihak Pemkot Surabaya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan RS dr. Soetomo, yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur.

"Kami tidak bisa masuk Rumah Sakit dr. Soetomo pak, kami bisa kalau rumah sakit yang lain. Kalau Bapak nyalahkan kami, kami enggak terima, kami tidak bisa masuk di sana," ujar Risma yang mengungkapkan kekesalannya di hadapan dokter.

Usai dibujuk sejumlah orang yang hadir, Risma kembali berdiri dan melanjutkan audiensi. dr. Sudarsono pun melanjutkan permohonannya kepada Pemkot Surabaya agar bisa melakukan mediasi untuk mencari solusi terkait penanganan Covid-19 di RS dr. Soetomo.

Risma bukan kali ini saja sujud di kaki manusia. Sebelumnya saat acara pertemuan dengan para takmir masjid pasca-teror bom di Surabaya tahun 2018, Risma juga mencium kaki salah satu takmir sambil menangis. Peristiwa itu terjadi saat Muhammad Tohir, salah satu takmir masjid, protes tulisan di undangan acara tersebut.

"Apa ada yang salah dengan kami sehingga para takmir perlu dibina?," kata Muhammad Tohir. Risma lalu meminta maaf turun menghampiri tempat duduk salah satu takmir itu.

"Saya minta maaf karena undangan itu mendadak. Situasi Surabaya seperti ini. Tadi saya juga kumpulkan semua kepala sekolah," ucap Risma.

Begitu juga saat acara dengan Grup Astra Surabaya. "Kalau boleh saya diberikan kesempatan, saya akan sujud di depan bapak atau ibu sekalian, karena saya terima kasih sekali. Kaki saya tidak kuat," kata Wali Kota Risma di sela-sela membacakan sambutan, Kamis (2/1/2020). Ia pun langsung sujud. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...