Senin, 10 Agustus 2020 23:43

Dideportasi dari Malaysia, 27 PMI Datang dengan Keadaan Memprihatinkan di Terminal Ronggosukowati

Selasa, 23 Juni 2020 14:36 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yeyen
Dideportasi dari Malaysia, 27 PMI Datang dengan Keadaan Memprihatinkan di Terminal Ronggosukowati
Para PMI dari Negeri Jiran tiba di Terminal Ronggosukowati, Kabupaten Pamekasan, usai dideportasi.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE. com - Sebanyak 27 Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali tiba dari Negeri Jiran Malaysia di Terminal Ronggosukowati Pamekasan dengan keadaan memprihatinkan.

Para PMI ini dideportasi dan pulang setelah menjalani hukuman penjara berbulan-bulan di Negeri Jiran, karena melanggar ketentuan imigrasi di sana. Ada yang terpotong masa tahanan karena Covid-19, juga ada yang mendapat tambahan masa kurungan karena pandemi Covid-19 pula.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu PMI yang tiba dengan keadaan lusuh dengan kepala digundul. Ia banyak bercerita tentang keadaan mereka selama di Negeri Jiran yang menderita. Bahkan, dari proses hingga perjalanan pulang pun kurang terurus.

"Kami ditahan berbulan-bulan lebih lama Pak, karena Covid-19 yang melanda. Namun, ada juga yang cepat dipulangkan karena pandemi ini," ungkap PMI asal Pasean yang enggan disebut namanya.

Para PMI yang tiba dengan keadaan lusuh kemudian didata dan distrerilkan. Berikut barang bawaannya juga disterilkan dengan disemprot disinfektan oleh relawan.

"Relawan Penanggulangan Bencana Pamekasan melakukan penyemprotan disinfektan pada barang bawaan 27 PMI yang baru datang," terang Budi Cahyono, Ketua Relawan PB Pamekasan saat turun langsung dalam kegiatan itu, Selasa (23/6/2020).

"Selanjutnya, mereka didata dan dicek kesehatannya oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 yang piket di Pos Check Point Covid-19 Terminal Ringgosukowati sebagaimana mestinya," imbuh pria yang juga Ketua RAPI Pamekasan itu.

Selain itu, lanjutnya, Tim Relawan PB Pamekasan juga membantu menghubungi pihak keluarga untuk penjemputan, karena pada umumnya nomor HP mereka masih nomor Malaysia yang tidak bisa mendapat sinyal di Madura.

"Hal ini untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi para PMI yang baru pulang dari Malaysia dengan tangan hampa," tambahnya.

"Selanjutnya, mereka diminta untuk melaksanakan karantina mandiri 14 hari di rumah masing-masing sebagai prosedur protokol kesehatan Covid-19 bagi warga yang baru saja tiba," pungkasnya. (yen/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 10 Agustus 2020 20:48 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tidak tanggung-tanggung, Pemkab Ngawi telah menyiapkan anggaran dari APBD senilai Rp 9,1 miliar untuk membuat area yang digadang-gadang akan menyerupai kawasan Malioboro Jogja.Budi Sulistyono, Bupati Ngawi melakukan pen...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...