Warga Surabaya yang diberikan hukuman push up dan joget karena tak memakai masker. (foto: ist).
“Jadi, diharapkan mereka ingat terus pernah dihukum joget karena tidak menggunakan masker, sehingga mereka akan lebih ingat untuk terus menggunakan masker,” harapnya.
Selain itu, tujuan diminta joget itu untuk meningkatkan imun mereka. Sebab, apabila mereka senang berjoget, maka diharapkan imun mereka bisa meningkat, sehingga tidak gampang terjangkit virus.
“Nah, setelah mereka diberi sanksi itu, lalu mereka diberi masker dan diminta untuk selalu dipakai di mana pun berada,” ujarnya.
Eddy memastikan bahwa sanksi tersebut sudah diberlakukan sejak H+8 Perwali Surabaya diundangkan, karena selama 7 hari sebelumnya, Perwali Surabaya itu disosialisasikan masif ke berbagai bidang.
“Baru pada hari kedelapan kami beri sanksi terhadap pelanggar itu dan itu terus kami lakukan setiap harinya,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Eddy terus mengajak kepada semua pihak untuk terus mematuhi semua protokol kesehatan yang telah diatur dalam Perwali Surabaya itu. Menurutnya, hal ini penting demi keselamatan bersama dan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya. (ian/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




