Ferdiansyah Tetrajaya, Kepala Diskominfo Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Mendekati new normal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus melakukan antisipasi dalam mengatasi Covid-19. Bahkan, Pemkab berencana membuka atau menambah ruang isolasi untuk pasien Covid-19.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, penambahan itu dilakukan karena ruang isolasi yang dimiliki RSUD. Moh. Anwar Sumenep terbatas, yakni hanya ada 9 ruang isolasi.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- Lakukan Pendataan, BPBD Sumenep Sebut Pemkab akan Perbaiki 198 Bangunan Rusak akibat Puting Beliung
- Lampaui Target, Realisasi Investasi Sumenep 2025 Tembus Rp2 Triliun Lebih
- DBHCHT Sumenep 2026 Turun jadi Rp33,1 M, DPRD Ingatkan Pemkab Soal Skala Prioritas Program
Sehingga, pada saat menangani 10 pasien Covid-19 akan mengalami kewalahan. Bahkan, bisa jadi satu ruangan diisi oleh dua pasien. Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi bertambahnya pasien Covid-19, Pemkab Sumenep melakukan penambahan.
“Rencananya tempat isolasi akan ditaruh di Sarana Kegiatan Diklat (SKD) yang berada di Batuan,” kata pria yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep ini, Rabu (17/6/2020).
Alasan memilih Gedung SKD Batuan, karena memiliki ruangan yang banyak dan fasilitas yang memadai. Bahkan, Pemkab juga menyediakan tiga kamar untuk perawat dan dokter yang bertugas.
Sementara ruangan cleaning service dan penyimpanan logistik, serta ruangan khusus lainnya juga telah tersedia. “Karena di gedung itu sudah tersedia beberapa yang dibutuhkan,” jelasnya.
Di gedung SKD itu, pemkab akan menyiapkan 17 ruang isolasi. Pihaknya juga akan menyediakan semua peralatan medis dalam penanganan pasien Covid-19.
“Namun ini semua sifatnya hanya antisipasi saja. Namun, kami berharap masyarakat Sumenep terbebas dari Virus Covid-19,” imbuhnya. (aln/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




