Senin, 24 Februari 2020 05:47

​PCNU Nganjuk Bingung, MUI Anggap Syiah Terlarang, PBNU Anggap Saudara

Selasa, 13 Januari 2015 16:47 WIB
​PCNU Nganjuk Bingung, MUI Anggap Syiah Terlarang, PBNU Anggap Saudara
Foto: depoklik.com

BangsaOnline-Dewasa ini makin banyak lembaga dan pertemuan kiai yang intinya untuk memperkuat paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) sekaligus antisipasi serangan paham Syiah, Wahabi dan Islam Liberal. Ahad lalu (11/1/2015) di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang digelar Halaqah Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur. Temanya sangat mengena: Mengembalikan NU pada Ruhnya.

Acara yang dihadiri para rais Syuriah dan ketua Tanfidziah PCNU serta pengasuh pesantren se-Jawa Timur itu membahas serangan dahsyat Syiah, Wahabi dan Islam Liberal. “Kini banyak sekali ma’had Wahabi di kota-kota seluruh Indonesia,” kata KH Muhyiddin Abdusshomad, Rais Syuriah PCNU Jember dalam paparannya selaku nara sumber.”Tapi kiai-kiai banyak yang tidak merasa,” tambahnya.

Begitu juga Syiah. Kini banyak sekali agen-agen Syiah yang bergerak di kantong-kantong NU. Kiai Muhyiddin mencontohkan kasus Syiah di Sampang. “Di Sampang itu hanya dalam waktu singkat, Syiah sudah hampir menguasai separuh Sampang,” kata Kiai Muhyiddin yang banyak menulis buku tentang Aswaja.

Menurut dia, ketika Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari mendirikan NU pada tahun 1926, itu adalah antisipasi dan menjaga serangan paham luar terhadap paham Aswaja. Padahal, waktu itu, Syiah masih berada dalam lingkup Persia. Begitu Wahabi saat itu masih ada di Saudi Arabia. “Sekarang Syiah dan Wahabi sudah berada di sekeliling kita,” kata Kiai Muhyiddin mengingatkan tentang ekspansi dua paham tersebut ke Indonesia terutama kedalam NU. Karena itu ia mempertanyakan rasa kepedulian para kiai terhadap paham Aswaja jika kini tak tergugah semangatnya untuk bangkit melawan gerakan Syiah dan Wahabi yang kini gencar masuk ke NU.

Menurut Kiai Muhyiddin, strategi dakwah Syiah dan Wahabi berbeda. “Kalau Syiah sangat santun sehingga kiai-kiai NU tak terasa. Kalau Wahabi kasar dan langsung menyerang salawat sehingga kiai langsung bisa merasakan,” katanya. Karena itu Syiah kadang lebih berbahaya karena gerakannya tak terdeteksi.

Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi mengaku punya pengalaman aneh dan mencemaskan. Suatu ketika ia turba ke Jawa Barat. Ia mengedarkan daftar pertanyaan kepada sejumlah pengurus PCNU di Jawa Barat. Salah satu pertanyaannya terkait dengan paham Aswaja. “Ada yang bilang Aswaja sekarang sudah tak diperlukan lagi. Padahal ia pengurus NU,” katanya heran. Karena itu ia minta agar Aswaja terus diperkuat.

Sementara dalam sesi tanya jawab, Rais Syuriah PCNU Nganjuk KH Ahmad Baghowi mengaku bingung karena sikap PBNU yang cenderung pro Syiah. “Sepengetahuan saya MUI memutuskan bahwa Syiah adalah ajaran terlarang. Gubernur Jawa Timur juga memutuskan bahwa di Jawa Timur ajaran Syiah dilarang. Tapi saya lihat di tayangan TV PBNU menyatakan bahwa Syiah adalah saudara ktia dan tak ada perbedaan dengan kita. Dan itu atas nama PBNU. Saya kan bingung,” katanya. Ia minta agar kitab-kitab Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari diwajibakan untuk dipelajari, mulai dari PWNU sampai PCNU dan ranting. Sebab gejala pendangkalan Aswaja semakin terasa.

Dalam forum pertemuan kemarin para kiai juga sempat menyebut beberapa kriteria kandidat Rais Aam Syuirah dan ketua umum Tanfidziah PBNU. Antara lain, harus punya integritas dan amanah, ketokohan secara nasional, punya wawasan luas tentang kesejarahan NU dan visi tentang NU masa depan.

Kandidat juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqamah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional. Dan yang paling penting harus bersih dari pengaruh Syiah, Wahabi dan Islam Liberal.

Dalam forum ini hadir sebagai pembicara, pengasuh Pesantren Tebuireng KH Ir Salahuddin Wahid (Gus Solah), Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi, dan Rais Syuriah PCNU Jember KH Muhyiddin Abdusshomad. (ma)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...