Selasa, 15 Juni 2021 19:12

LSM Cakra Minta Dugaan Korupsi Program Dana Hibah Air Minum PDAM Ponorogo Diusut Tuntas

Selasa, 09 Juni 2020 16:17 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Novian Catur
LSM Cakra Minta Dugaan Korupsi Program Dana Hibah Air Minum PDAM Ponorogo Diusut Tuntas
Samsul Bahar, Korlap LSM Cakra.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Kabar dimintainya keterangan sejumlah pejabat dan Dirut PDAM Ponorogo terkait kasus dugaan korupsi dana hibah air minum senilai Rp 8,2 miliar yang bersumber dari APBN, membuat beberapa kalangan heboh.

Salah satunya, LSM Cakra yang meminta agar Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi tersebut.

Samsul Bahar, Korlap LSM Cakra meminta agar Kejari Ponorogo serius menyikapi laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dana hibah di lingkungan PDAM Ponorogo.

Ia mengaku menemukan sejumlah dugaan penyimpangan di Kecamatan Mlarak, berupa pelanggan atau warga yang seharusnya mendapat bantuan, namun masih dipungut biaya dalam pemasangan sambungan baru. "Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu," ungkapnya, Selasa (9/6/2020).

BACA JUGA : 

​Kasus BKSM Lanjut Terus, Kejari Ponorogo Panggil Supplier

Kasus BKSM Terus Bergulir, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala Koperasi KPRI

Kasus ​BKSM Terus Berlanjut, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala SMP

​BKSM Diwujudkan Barang, Kejari Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala SDN

"Tak hanya itu saja, di lokasi kami juga menemukan pelanggan yang seharusnya mendapat bantuan, namun tidak ada stiker yang terpasang di-speedometer. Seharusnya ada stiker yang terpasang, namun kenyataannya juga tidak ada, bahkan diperparah lagi air sering mati dan sangat menyusahkan pelanggan," jelasnya.

Atas temuan tersebut, Samsul Bahar meminta Kejaksaan Negeri Ponorogo agar mengusut tuntas laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan dana hibah di lingkungan PDAM Ponorogo.

"Dari info yang berkembang, dugaan penyimpangan dana hibah program air minum dari APBN di tahun 2016 senilai Rp 2 miliar, pada tahun 2017 senilai Rp 3,3 miliar, dan pada tahun 2018 senilai Rp 2,9 miliar," pungkasnya. (nov/rd/zar)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...