Awalnya Menolak Di-rapid Test, Akhirnya Mau Setelah Diajak Dialog Kapolres Kediri

Awalnya Menolak Di-rapid Test, Akhirnya Mau Setelah Diajak Dialog Kapolres Kediri Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana memberi penjelasan kepada wartawan usai berdialog dengan warga Kedak. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

Miko Indrayana usai berdialog dengan warga menjelaskan, warga akhirnya menyadari kalau rapid test itu penting untuk warga. Meski begitu, lanjut Kapolres, tadi disepakati yang akan di-rapid test hanya warga yang sakit saja.

"Bahwa warga Desa Kedak yang terkonfirmasi positif Covid-19, sesuai data dari Gugus Tugas ada 27 orang. Mereka adalah dari klaster pabrik rokok di Tulungagung," kata Kapolres, Senin (8/6).

Sementara itu, Imam Zamjuri, salah seorang warga Kedak mengatakan bahwa warga menolak di-rapid test karena takut. "Warga kalau melihat ambulans saja sudah dredeg (deg-degan), apalagi harus dibawa ambulans," kata Imam singkat.

Sebagaimana diumumkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Chotib, tanggal 7 Juni 2020, bahwa terdapat 159 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Rinciannya, 139 orang dirawat, 11 orang sembuh dan 9 orang meninggal. Untuk klaster Desa Kedak, Kecamatan Semen sendiri, terdapat 27 kasus terkonfirmasi positif-19. (uji/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO