Sabtu, 11 Juli 2020 05:00

Kedatangan Bantuan Ribuan Alkes dan Mobile Lab dari BIN Bikin Risma Menangis

Kamis, 28 Mei 2020 21:49 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Kedatangan Bantuan Ribuan Alkes dan Mobile Lab dari BIN Bikin Risma Menangis
Wali Kota Risma sempat menangis haru dan meneteskan air mata saat menerima ribuan alkes dari Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia di Balai Kota Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ada pemandangan yang tak biasa dari seorang Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, pada Kamis (28/5) petang. Saat itu, tampak raut muka dan bola mata Wali Kota Surabaya dua periode ini seperti tak bisa menyembunyikan kegembiraan dibalut rasa harunya.

Bahkan, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini juga sempat menangis haru dan meneteskan air mata karena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tersebut. Bala bantuan yang terus berdatangan ke Pemkot Surabaya ini seakan mengisyaratkan kepada Risma untuk tetap semangat dalam menghadapi pandemi ini.

Ya, Pemkot Surabaya telah menerima bantuan berupa ribuan alat kesehatan (alkes) dari Badan Intelijen Negara (BIN) Republik Indonesia. Bantuan ini diterima langsung oleh Risma bersama jajarannya di Balai Kota Surabaya.

Diangkut dengan menggunakan truk kontainer, bantuan tersebut tiba di Balai Kota Surabaya sekitar pukul 18.00 WIB. Sontak, ketika pintu truk kontainer dibuka, Risma langsung terkejut dengan jumlah bantuan yang diterima itu.

Bahkan dengan spontan ia langsung memanggil Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita agar mendekat untuk melihat isi di dalam kontainer itu.

“Bu Feny Bu Feny (sapaan Febria Rachmanita), sak mene akehe Bu (segini banyaknya bu), ya Allah bu, ya Allah bu,” ujar Risma berulang sembari memanggil Kepala Dinkes.

Risma mengungkapkan, selain menerima bantuan berupa alkes dan alat pelindung diri (APD) dari BIN, Pemkot Surabaya juga menerima bantuan mobil ambulans dan mobil laboratorium untuk pemeriksaan swab. Kedua kendaraan ini pun tiba bersama di Balai Kota Surabaya.

“Habis ini kita bisa melakukan proses untuk laboratorium sendiri, karena alatnya sudah lengkap. Mudah-mudahan kita bisa selesaikan, sambil kita lakukan yang mobile itu untuk swab warga,” ujarnya.

Sebagai diketahui, ribuan alkes yang diterima itu, terdiri dari Real Time PCR 2 unit, Reagent PCR 5.000 test, VTM (Virus Transport Media) 5.000 unit, Laminar Airflow Cabinet 1 unit, PCR Box 1 unit, Vortex 2 unit, Mini Centrifuge My SPIN 12, Mini Centrifuge 3 unit, dan Refrigerator 2-8° C 1 unit.

Kemudian Freezer -20° C 1 unit, Mikropipette Set 3 unit, Bio Safety Cabinet 2 unit, Automatice Extraction Machine + Biotecon 2 unit, Refrigerated Centrifuge 1 unit, Autoclave 1 unit, Thermal Mixer 1 unit, Thermal Block 1 unit, Oven, 1 unit, dan Freezer -80° C 1 unit.

Sedangkan untuk alat pelindung diri (APD), terdiri dari Mask N95 8.000 pcs, Isolation Gown 8.000 pcs, Protective Eyewear 8.000 pcs, Latex Glove 8.000 pcs, Medical Shoes Cover 8.000 pasang, serta alat rapid test berjumlah 15.000 kit. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...