Senin, 28 September 2020 06:16

Kebutuhan Warga Dicukupi, Polresta Sidoarjo Bentuk Kampung Tangguh

Selasa, 26 Mei 2020 15:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Kebutuhan Warga Dicukupi, Polresta Sidoarjo Bentuk Kampung Tangguh
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji foto bersama usai menginisiasi pembentukan kampung tangguh.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Terhitung sudah dua kali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di kota delta. Sayangnya, belum membuahkan hasil. Justru, Covid-19 terus merebak. Sebagai solusinya, kebijakan tersebut kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya.

PSBB jilid tiga dimulai hari ini. Sama seperti PSBB pertama dan kedua, program itu berjalan selama 14 hari. Batas waktunya berakhir hingga 9 Juni mendatang.

Sekilas, konsep PSBB periode ketiga sama seperti pendahulunya. Fokus utama membatasi kegiatan warga. Jam malam terus dilakukan. Tujuannya memutus mata rantai penyebaran Corona.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menjelaskan ada yang membedakan konsep PSBB jilid ketiga dengan PSBB pertama dan kedua. Pembedanya yaitu aturan jauh lebih ketat. "Pembatasan dilakukan menyeluruh," jelasnya.

Tak hanya di jalan-jalan utama dan jalan protokol. Pembatasan aktivitas berlaku sejak di desa. "Mulai dari tingkat bawah harus ketat melakukan pengawasan," ucapnya.

Sumardji menjelaskan teknis pengawasan tingkat desa tersebut. Petugas gugus tugas Covid-19 setiap hari diminta berkeliling. Mengecek aktivitas warga.

Aktivitas warga dibatasi. Penduduk yang keluar perkampungan harus mengantongi surat keterangan RT/RW. "Kalau warga kampung lain masuk dilarang," tegasnya.

Menurut Sumardji, PSBB harus dimulai dari tingkat bawah. Desa dan kelurahan ikut berperan aktif. Dengan konsep itu, tidak ada lagi warga yang keluar rumah tanpa tujuan jelas. "Tanpa peran serta desa dan kelurahan tak akan optimal," jelas Mantan Kasubdit Regident Polda Metro Jaya itu.

Selain itu, Polresta juga menginisiasi pembentukan kampung tangguh. Konsepnya, seluruh kebutuhan warga dicukupi. Desa membagi tugas. Ada yang bertugas membeli bahan pokok. Ada yang bertugas membagikan makanan. Upaya itu, menumbuhkan kepedulian sesama warga.

Salah satu contoh kampung tangguh yaitu di Desa Waru. Setelah warga banyak yang terpapar korona, desa ditutup total. Aktifitas warga diperketat. "Namun kebutuhan pokok tetap dicukupi. Dengan adanya kampung tangguh," jelasnya.

Perbedaan lain yaitu pemkab bakal lebih tegas. Terutama pada warkop, warung, serta tempat yang memicu kerumunan warga. Misalnya saja kawasan Gading Fajar.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Yani Setyawan menjelaskan, kawasan Gading Fajar tetap dibatasi. PKL dilarang berjualan sejak sore hingga malam. "Kalau nekat, kami tertibkan," paparnya.

Yani mengatakan, pihaknya juga terus berkeliling. Memelototi warkop dan warung makan. Tempat usaha itu diminta tidak menyediakan layanan makan di tempat. "Selepas jam malam harus tutup," tegasnya.

Sementara itu sanksi PSBB jilid ketiga ini bakal lebih tegas. Selain hukuman administratif, pelanggar dikenakan sanksi sosial. Yaitu membersihkan makam, jalan, serta membantu dapur umum. "Yang bandel harus ikut memakamkan jenazah covid-19," pungkas Yani. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Kamis, 17 September 2020 20:43 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan---Sebuah video mencuat di media sosial. Viral. Isinya seorang perempuan desa. Madura. Menyanyikan lagu dangdut. Ciptaan Rhoma Irama.Penampilan perempuan itu sangat udik. Norak. Tanpa rias wajah. Bahkan video itu direkam d...
Minggu, 27 September 2020 12:13 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*30. inna alladziina aamanuu wa’amiluu alshshaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaanSungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala or...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...