Rabu, 15 Juli 2020 08:34

​Warga Geger, Jalan Ditutup Keranda Mayat dan Pocong, Ingatkan Bahaya Covid-19

Senin, 25 Mei 2020 18:50 WIB
Editor: MMA
​Warga Geger, Jalan Ditutup Keranda Mayat dan Pocong, Ingatkan Bahaya Covid-19
Keranda mayat beserta pocong yang dipasang warga di Jalan Melon RT 02 RW 02 Dusun Tondomulyo, Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (25/5/2020). foto: muji/ bangsaonline.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Berbagai cara dilakukan para petinggi kampung untuk menyadarkan warga sekaligus menyetop penularan covid-19. Di Kabupaten Kediri, sebagian besar akses jalan masuk kampung ditutup total, terutama menjelang dan saat Idul Fitri. Mereka menutup akses jalan dengan bambu.

Namun ada warga yang kreatif untuk mengedukasi masyarakat. Yaitu menutup jalan dengan keranda mayat dan pocong pagar bambu. Karuan saja warga geger. Keranda mayat dan pocong yang dibaringkan di sebelah keranda itu bahkan ramai di medsos, terutama hari pertama Idul Fitri 1441 H.

Apalagi, di portal jalan dekat keranda mayat dan pocong itu juga ada tulisan, “Ojo rono rene. Dek omah aee, nek gak pingin numpak kene kereto jowo. (Jangan ke sana-sini, di rumah saja, kalau tidak ingin naik kereta jawa/keranda).

Keranda mayat beserta pocong itu dipasang warga RT 02 RW 02 Dusun Tondomulyo, Desa Gadungan Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Solikin, Ketua RT 02/RW 02, menjelaskan bahwa pemasangan keranda mayat untuk penutupan jalan itu dimaksudkan sebagai peringatan agar masyarakat dari luar daerah tidak masuk ke gang jalan Melon untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Ini kami lakukan secara spontan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19. Jadi gang ini ditutup dengan ditutup keranda, ada pocong ini, agar masyarakat bisa saling memahami yang dari luar daerah tidak masuk. Demikian pula yang ada di dalam kampung ini untuk tidak keluar ke mana-mana,” kata Solikin, Senin (25/5).

(Solikin, Ketua RT. foto: muji harjita/ bangsaonline.com)

Menurut Solikin, keranda mayat ini akan dibongkar setelah menjadi perhatian banyak orang. "Sore ini keranda ini, akan kami bongkar. Tapi akses jalan tetap ditutup," ujar Solikin.

Untuk diketahui, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kediri cukup tinggi. Pada Minggu malam (24/5/2020) bertepatan dengan hari raya idulfitri 1441 H, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri merilis ada 81 kasus positif Covid-19. (uji)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...