Jumat, 10 Juli 2020 22:42

Cegah Dipolitisir Pejabat, Anggota DPRD Jatim Minta Data Penerima Bansos Berdasar Musdes

Jumat, 15 Mei 2020 16:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Cegah Dipolitisir Pejabat, Anggota DPRD Jatim Minta Data Penerima Bansos Berdasar Musdes
Achmad Amir Aslichin. foto: ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi B DPRD Jatim Achmad Amir Aslichin menyatakan menyarankan pemerintah desa (pemdes) dan pemerintah kelurahan (pemkel) hingga RT dilibatkan maksimal dalam penanggulangan penyebaran Covid-19.

Apalagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik diperpanjang. Peran maksimal itu di antaranya dalam penyaluran bansos ke masyarakat.

Kata Achmad Amir Aslichin, bansos dari pemerintah pusat, pemprov, pemkot, dan pemkab maupun dari pengusaha sebaiknya disalurkan langsung ke pemdes atau pemkel. Hasil keputusan muskel dan musdes akan tepat sasaran menyentuh masyarakat yang membutuhkan. 

"Pembagian bansos akan semakin maksimal,” ujar Mas Iin, panggilan karib Achmad Amir Aslichin, Jumat (15/5).

Menurutnya, bila bansos dilewatkan atau dikelola oleh instansi pemprov, pemkot, dan pemkab sudah banyak ditemui untuk dimanfaatkan kepentingan politis para pejabatnya. Mulai pemasangan foto hingga klaim jasa perjuangannya. Hal itu sangat ironis dan memprihatinkan.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mencontohkan, usulan Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sidoarjo terkait data penerima bansos dengan menggunakan musdes harus dipertimbangkan. Usulan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Mereka yang tahu siapa yang layak dan berhak menerima bantuan,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Sidoarjo dua periode ini juga meminta agar ada revisi anggaran penanganan Covid-19. Di antaranya, anggaran pengadaan barang diharapkan bisa disalurkan langsung ke pemdes/pemkel baik itu bantuan dari APBD provinsi maupun pemkot dan pemkab.

Panitia pengadaannya harus bisa mengakomodir semua potensi warga setempat sebagai pihak yang layak sebagai penyedia barangnya. Sehingga bisa memutar roda perekonomian di desa atau kelurahan setempat.

“Selama ini masyarakat desa atau kelurahan hanya sebagai penerima bantuan saja. Sedangkan keuntungan ekonomisnya dinikmati oleh para pengusaha,” ungkap alumnus Universitas Airlangga (Unair) ini. (sta/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...