Jumat, 14 Agustus 2020 18:06

Telat Serahkan Laporan Penyesuaian APBD, Pemerintah Pusat Sanksi Pemkab Pasuruan

Jumat, 01 Mei 2020 12:54 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Supardi
Telat Serahkan Laporan Penyesuaian APBD, Pemerintah Pusat Sanksi Pemkab Pasuruan
Direktur NGO Pusaka, Lujeng Sudarto.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendapat sanksi dari pemerintah pusat. Sanksi berupa penundaan transfer DAU (dana alokasi umum) dan DBH (dana bagi hasil).

Sanksi diberikan karena sampai saat ini Pemkab Pasuruan belum menyerahkan laporan penyesuaian APBD untuk antisipasi penanganan penyebaran Covid-19.

Lujeng Sudarto, dari NGO Pusaka (Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan) menjelaskan, pemberian sanksi dari pemerintah pusat berakibat fatal bagi Pemkab Pasuruan. Sebab, DAU dan DBH yang ditunda sebesar 35 persen. Pemkab Pasuruan bisa mengalami defisit anggaran yang sangat signifikan.

"Suka tidak suka, Pemerintah Kabupaten Pasuruan harus melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat dan tepat. Kebijakan rasionalisasi anggaran ini harus lebih banyak menyentuh atau dengan kata lain adalah efisiensi pada belanja rutin pegawai atau kedinasan, serta belanja pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya yang belum dianggap prioritas pada tahun 2020," ujar Lujeng, Jumat (1/5).

"Bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Pasuruan harus siap-siap untuk mengencangkan ikat pinggang. Siap-siap gaji tidak akan naik, tunjangan akan menurun, dan fasilitas mungkin akan ditarik," ujar LJ, panggilan akrab Lujeng Sudarto memprediksi.

Nantinya, setiap OPD harus cermat dan bisa menentukan skala prioritas kegiatan mana yang harus didahulukan dan dijalankan. Sebab, kegiatan yang punya dampak besar pada kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik harus dan tetap jalan.

"Kegiatan yang memberikan dampak yang kecil kepada kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik sebaiknya ditunda terlebih dahulu atau dibatalkan saja di tahun ini," terangnya.

Menurut LJ, sebenarnya yang mendapatkan sanksi tidak hanya Pemerintah Kabupaten Pasuruan saja. Ada kurang lebih 27 Pemerintah Kota dan Kabupaten lainnya di Jawa Timur yang mendapat sanksi.

Namun, ia meminta agar hal ini menjadi catatan khusus dan evaluasi bersama bagi Tim Anggaran dan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pasuruan. "Kalau klausul pemberian sanksi penundaan transfer DAU dan DBH itu karena alasan Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak menyerahkan laporan penyesuaian APBD 2020 terkait dengan refocusing penanganan Covid-19, bisa jadi karena leletnya kinerja Tim Anggaran dan Badan Anggaran sehingga kurang responsif terhadap kebutuhan dan kepentingan yang lebih strategis," tukasnya. (par/ns) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...