Senin, 12 April 2021 20:17

Telat Serahkan Laporan Penyesuaian APBD, Pemerintah Pusat Sanksi Pemkab Pasuruan

Jumat, 01 Mei 2020 12:54 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Supardi
Telat Serahkan Laporan Penyesuaian APBD, Pemerintah Pusat Sanksi Pemkab Pasuruan
Direktur NGO Pusaka, Lujeng Sudarto.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan mendapat sanksi dari pemerintah pusat. Sanksi berupa penundaan transfer DAU (dana alokasi umum) dan DBH (dana bagi hasil).

Sanksi diberikan karena sampai saat ini Pemkab Pasuruan belum menyerahkan laporan penyesuaian APBD untuk antisipasi penanganan penyebaran Covid-19.

Lujeng Sudarto, dari NGO Pusaka (Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan) menjelaskan, pemberian sanksi dari pemerintah pusat berakibat fatal bagi Pemkab Pasuruan. Sebab, DAU dan DBH yang ditunda sebesar 35 persen. Pemkab Pasuruan bisa mengalami defisit anggaran yang sangat signifikan.

"Suka tidak suka, Pemerintah Kabupaten Pasuruan harus melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat dan tepat. Kebijakan rasionalisasi anggaran ini harus lebih banyak menyentuh atau dengan kata lain adalah efisiensi pada belanja rutin pegawai atau kedinasan, serta belanja pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya yang belum dianggap prioritas pada tahun 2020," ujar Lujeng, Jumat (1/5).

BACA JUGA : 

Resmikan Musala Miftakhul Jannah, Wabup Gus Mujib Ajak Masyarakat Gemar Salat Berjamaah

Sering Mogok Sehingga Mengganggu Kinerja, 3 Unit Mobdin Pimpinan DPRD Pasuruan Dikandangkan

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

Perusahaan di Wilayah Beji Pasuruan Siap Bantu Perbaikan Jalan Rusak

"Suka tidak suka, Pemerintah Kabupaten Pasuruan harus melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat dan tepat. Kebijakan rasionalisasi anggaran ini harus lebih banyak menyentuh atau dengan kata lain adalah efisiensi pada belanja rutin pegawai atau kedinasan, serta belanja pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya yang belum dianggap prioritas pada tahun 2020," ujar Lujeng, Jumat (1/5).

"Bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) Pemkab Pasuruan harus siap-siap untuk mengencangkan ikat pinggang. Siap-siap gaji tidak akan naik, tunjangan akan menurun, dan fasilitas mungkin akan ditarik," ujar LJ, panggilan akrab Lujeng Sudarto memprediksi.

Nantinya, setiap OPD harus cermat dan bisa menentukan skala prioritas kegiatan mana yang harus didahulukan dan dijalankan. Sebab, kegiatan yang punya dampak besar pada kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik harus dan tetap jalan.

"Kegiatan yang memberikan dampak yang kecil kepada kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik sebaiknya ditunda terlebih dahulu atau dibatalkan saja di tahun ini," terangnya.

Menurut LJ, sebenarnya yang mendapatkan sanksi tidak hanya Pemerintah Kabupaten Pasuruan saja. Ada kurang lebih 27 Pemerintah Kota dan Kabupaten lainnya di Jawa Timur yang mendapat sanksi.

Namun, ia meminta agar hal ini menjadi catatan khusus dan evaluasi bersama bagi Tim Anggaran dan Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pasuruan. "Kalau klausul pemberian sanksi penundaan transfer DAU dan DBH itu karena alasan Pemerintah Kabupaten Pasuruan tidak menyerahkan laporan penyesuaian APBD 2020 terkait dengan refocusing penanganan Covid-19, bisa jadi karena leletnya kinerja Tim Anggaran dan Badan Anggaran sehingga kurang responsif terhadap kebutuhan dan kepentingan yang lebih strategis," tukasnya. (par/ns) 

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Senin, 12 April 2021 09:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Eat Just –perusahaan San Francisco - di Singapura memproduksi “ayam buatan”. Dibuat dari biji sel ayam beneran. Hanya dalam 14 hari sudah jadi “daging ayam”. Siap santap. Padahal untuk memelihara ayam seca...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...