GRESIK,BANGSAONLINE.com - Bupati dan Wabup Gresik, Sambari Halim Radianto dan Moh. Qosim, meninjau sejumlah titik check point di hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (28/4/2020).
Didampingi sejumlah pejabat Forkopimda, Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol. Pitra Andrias Ratulangi, dan Kabid TIK Polda Jatim Kombes Pol. Agus Dwi Hermawan, rombongan meninjau lokasi.
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
Sasaran pertama yang ditinjau adalah exit tol Kebomas, di Jalan Raya Bunder. Kemudian, rombongan bergerak ke wilayah exit tol Manyar.
Usai meninjau lokasi tersebut, bupati dan rombongan meninjau lokasi check point berikutnya di perbatasan Gresik-Surabaya. Tepatnya, di depan pabrik Nippon Paint, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas.
Selanjutnya, bupati bersama rombongan melanjutkan peninjauannya ke wilayah Gresik Selatan. Tepatnya, di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo yang berbatasan langsung dengan Surabaya dan juga meninjau ke perbatasan Gresik-Mojokerto.
Bupati menjelaskan, tujuan melakukan peninjauan lokasi check point tersebut adalah untuk memastikan sejauh mana kesiapan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Petugas Kesehatan Kabupaten Gresik, serta Muspika setempat dalam pelaksanaan PSBB.
Bupati juga mengaku mengecek sejumlah sarana prasarana di lokasi check point, di antaranya alat thermo gun, hand sanitizer, alat cuci tangan, alat penyemprot disinfektan, hingga persediaan masker yang rencananya akan diberikan secara gratis bagi pengendara yang tidak memakai masker.
"Pastikan semua alat dan perlengkapan sudah tersedia dan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




