Santri yang diketahui hasil rapid test-nya reaktif di-swab test oleh Tim Gugus Tugas.
"Kondisi anaknya sehat tanpa mengalami sakit, sehingga banyak orang yang tidak menyangka kalau hasil rapid test-nya positif," katanya.
Guna memutus penyebaran virus corona, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sekitar masjid.
Rencananya, penutupan masjid akan dilakukan sampai hasil swab test santri Temboro itu keluar. Sebab, tim gugus tugas baru hari ini mengambil swab test itu dan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) RI di Jakarta.
"Hari ini masjid sudah disemprot cairan disinfektan. Hasil lab kemungkinan 7 hari baru keluar. Semoga hasil swab test-nya nanti negatif," harapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo, meminta para santri yang baru dari zona merah untuk menaati peraturan pemerintah dengan melakukan isolasi mandiri selama dua minggu di rumah masing-masing.
"Jika tidak kooperatif dan bandel, akan dilakukan isolasi dengan pengawasan ketat Tim Gugus Tugas Covid-19 tingkat desa," ujar pria yang juga sebagai Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tuban. (gun/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




