Kondisi korban sebelum dievakuasi oleh Tim Basarnas.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Jopi Pranata (23), warga Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang 6 hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Buthak, Panderman, Kota Batu, ditemukan Basarnas dalam kondisi sudah tak bernyawa, Rabu (15/4).
"Info awal dari Basarnas, korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Posisi saat ini masih di lokasi menunggu proses evakuasi. Perkiraan butuh waktu 8 jam pulang pergi untuk evakuasi," ujar Agung Sedayu, Plt Kepala BPBD Kota Batu, Rabu (15/4) sore.
BACA JUGA:
- Tes VO2MAX Digelar KONI Kota Batu, Beri Hasil Kebugaran Atlet Jelang Porprov 2027
- Sambut Libur Panjang, Polres Batu Perketat Pengamanan Jalur Wisata
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
Ia mengungkapkan, korban ditemukan oleh tim kecil di lokasi yang masih belum disebutkan. Tim kecil itu juga tidak membawa peralatan tandu dan lain-lain, sehingga perlu ada tim lain yang menyusul di TKP.
"Yang pasti waktu tempuh perjalanan pulang pergi dari lokasi ke pos diperkirakan memakan waktu 6 sampai 8 jam," terangnya.
Kades Tlekung, Mardi menduga korban jatuh terpeleset di tebing dan meninggal di lokasi kejadian. Jarak ditemukannya korban dengan lokasi waktu dinyatakan hilang sekitar 1 kilometer. "Saat ini korban masih dalam proses evakuasi," ujarnya singkat.
Seperti diberitakan, Jopi Pranata hilang dari rombongannya saat hendak mendaki Gunung Buthak Panderman. Dia diketahui tiba-tiba lari dari rombongan pendakian. Diduga, Jopi mengalami kesurupan.
Selanjutnya, Jopi keluar jalur pendakian dan melompat ke semak-semak. Sebab, di sekitar daerah hilangnya korban ditemukan sepatu, kaus kaki, dan topi. Kemudian di jarak 50 meter, sudah tidak ditemukan jejak Jopi. (asa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




