JEMBER, BANGSAONLINE.com - Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Jember membutuhkan sekitar 3.000 hingga 3.500 kantong darah tiap bulannya. Kebutuhan kantong darah itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya wilayah Jatim bagian Timur. Mulai dari wilayah Probolinggo hingga ke bagian Timur.
Akibat kondisi wabah Covid-19, kebutuhan stok kantong darah menipis, karena pendonor berkurang. Hal ini menjadi perhatian Polres Jember untuk menggelar donor darah dan sosialisasi ke masyarakat.
BACA JUGA:
- Bupati Gresik Tekankan Kesiapsiagaan Iklim dan Regenerasi Kader di Musker PMI 2026
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Polres Jember Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Sasaran Penindakannya
- PMI Kota Probolinggo Terjunkan Relawan untuk Bantu Warga Terdampak Pohon Tumbang
"Kebutuhan darah per bulan 3.000 sampai 3.500 kantong darah, karena untuk memenuhi wilayah Jawa Timur bagian timur mulai dari Probolinggo," kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki saat dikonfirmasi wartawan di Mapolres Jember, Kamis (9/4/2020).
Segala upaya dilakukan PMI untuk memenuhi stok darah tersebut. "Mulai dari giat siap antar jemput pendonor dari rumah ke PMI, untuk menjaga situasi Covid-19. Juga upaya dengan mengganti darah dari keluarga pasien yang membutuhkan darah," katanya.
Bahkan upaya lain yang dilakukan PMI untuk memenuhi kebutuhan darah adalah melakukan MoU dengan lembaga-lembaga tertentu. "Bahkan pelayanan donor darah kami siap 24 jam untuk memenuhi kebutuhan darah," katanya.
Segala upaya itu pun juga ditangkap oleh Polres Jember dengan menggelar giat donor darah. Pantauan wartawan di mapolres, tercatat ada ratusan personel polisi dan juga TNI ikut dalam giat menyumbangkan darah itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




