Rabu, 03 Juni 2020 01:20

Kejari Gresik Naikkan Status Dugaan Penyimpangan APBD di Duduksampeyan ke Penyidikan

Selasa, 17 Maret 2020 19:40 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Kejari Gresik Naikkan Status Dugaan Penyimpangan APBD di Duduksampeyan ke Penyidikan
Dymas Adji Wibowo, Kasi Pidsus Kejari Gresik.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik menaikkan status pemeriksaan dugaan penyimpangan penggunaan dana tahun 2017, 2018, dan 2019 di Kecamatan Duduksampeyan.

Sebelumnya, penyidik masih memberikan status pengumpulan data atau penyelidikan (lid) terhadap kasus tersebut. Saat ini, statusya sudah dinaikkan menjadi penyidikan (dik). Sehingga, sejumlah saksi yang dipanggil penyidik Pidsus dalam rangka dimintai keterangan untuk penyidikan kasus tersebut.

Selasa (17/3), Tim Penyidik Pidsus Kejari Gresik kembali memeriksa dua orang pejabat di Kecamatan Duduksampeyan sebagai saksi. Keduanya adalah Kasi Pembangunan Kecamatan Duduksampeyan Nurul Fuad, dan Kasi Ekonomi Supriadi yang menjabat di tahun 2017 hingga 2019.

Mereka menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait pengelolaan anggaran selama 3 tahun. Keduanya diperiksa selama 4 jam, mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Kasi Pidsus Kejari Gresik Dymas Adji Wibowo kepada wartawan membenarkan penanganan kasus dugaan penyimpangan APBD di Kecamatan Duduksampeyan dinaikkan menjadi penyidikan. 

Sesuai jadwal yang ditentukan, Dymas mengatakan pihaknya akan melakukan pemanggilan dua orang pegawai Kecamatan Duduksampeyan untuk diperiksa tiap harinya. 

Sehingga, dalam minggu ini totalnya ada 8 orang yang akan diperiksa. Namun, ia masih enggan menyebut secara detail nama-nama pegawai yang dijadwalkan diperiksa.

"Semua yang kami periksa kapasitasnya masih berstatus saksi," ujar Dymas.

Adapun anggaran APBD setiap tahun di Kecamatan Duduksampeyan berkisar Rp 800 juta. "Namun, belum bisa menaksir potensi nilai kerugian selama 3 tahun itu. Masih kami hitung," ungkapnya.

Ditanya soal tersangka, Dimas mengaku belum bisa menyebutkan. Sebab, kasus ini masih proses penyidikan. 

"Yang jelas, jika kasus sudah masuk proses penyidikan, ada potensi kerugian negara. Setelah tahapan penyidikan, kasus ini akan dikaji lagi untuk menetapkan seorang tersangka. Semua bergantung, kalau alat buktinya sudah cukup, maka tahap selanjutnya penetapan tersangka," pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Senin, 01 Juni 2020 12:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<...