Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono menjenguk salah satu korban kericuhan demo.
Diketahui setelah mendapat rekomendasi dari Kapolres, Alvian langsung dipindah di kamar rawat inap Catleya 21 dan langsung persiapan menjalani proses operasi rahang.
Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Ketua Cabang PC PMII Jember Baijuri menyayangkan adanya kericuhan yang terjadi.
"Sejak awal kita sudah sama-sama komitmen dengan pihak kepolisian untuk melakukan aksi damai. Tapi karena tidak ditemui bupati itu, dan ada di pendapa tapi tidak mau menemui, sehingga aksi ricuh ini terjadi," kata Baijuri saat dikonfirmasi wartawan di sela menjenguk rekannya di RS Jember Klinik Jember, Senin (9/3/2020) malam.
Karena tidak ditemui bupati itu, akhirnya massa mulai memanas. Tapi, lanjut Baijuri, pihaknya tetap berusaha tenang dan damai. "Kita tidak ingin ada kericuhan, tapi usai aksi teaterikal, kemudian ingin memasang banner yang dilarang. Itu pemicu awalnya. Kemudian terjadi aksi saling dorong. Satpol PP membuka jalan, dan keluarlah para polisi yang langsung memukuli kami," ulasnya.
Bahkan diketahui juga olehnya, Alvian yang jadi salah satu korban pemukulan, mengalami luka paling parah. "Saya lihat langsung dengan mata kepala saya sendiri, Sahabat Alvian itu dipukuli 5 oknum polisi. Sehingga akhirnya mengalami luka yang mengharuskan ia untuk menjalani operasi," ungkapnya
Diketahui juga, ketiga mahasiswa yang dapat pulang dan menjalani rawat jalan, diantar langsung oleh mobil khusus yang disiapkan kapolres. Namun sayangnya, kapolres enggan untuk dikonfirmasi wartawan perihal kericuhan yang terjadi. (ata/yud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




