Apotek Kencana Farma yang berada di jalan Cokroaminoto Trenggalek. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Dampak masuknya virus Corona ke Indonesia membuat masker dan cairan antiseptik pembersih tangan langka di berbagai wilayah di Indonesia. Tak terkecuali Trenggalek.
Di Trenggalek sendiri, saat ini hampir dipastikan sejumlah apotek yang tersebar di Kabupaten Trenggalek tidak lagi menjual masker karena kehabisan stock.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
- Sekretariat DPRD Trenggalek Gelar MCU Bagi Seluruh Anggota Dewan
- Tingkatkan PAD, Komisi IV DPRD Kabupaten Usul Event Alun-Alun Trenggalek Digeser ke GOR Gajah Putih
Rischa Verdiana, karyawan Apotek Puji Asih mengaku tidak bisa melayani orang yang hendak beli masker karena stock sudah tidak ada lagi. "Banyak orang yang cari masker di sini, tapi maskernya sudah habis," kata Rischa, Rabu (4/3).
Menurutnya, kelangkaan masker ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu atau tepatnya semenjak munculnya kabar virus Corona di negara Cina.
Bahkan, harga masker juga naik berlipat-lipat sejak munculnya wabah Corona. Sebelum merebaknya virus Corona, harga masker per lembar 1.000 rupiah, namun setelah munculnya virus Corona, harga masker melonjak drastis menjadi 5.000 rupiah per lembarnya.
Sedangkan harga masker per box dengan isi 50 lembar sebelum munculnya virus Corona di jual dengan harga Rp 35 ribu, namun saat ini menjadi Rp 200 ribu per box.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




