Serangan Penyakit Blas Ancam Buyarkan Panen Ratusan Petani di Ngasem Kediri

Serangan Penyakit Blas Ancam Buyarkan Panen Ratusan Petani di Ngasem Kediri Petani saat menyemprot padi dengan pestisida fungisida.

"Bercak-bercak terutama terlihat pada stadium pertumbuhan vegetative. Bercak-bercak dapat bergabung menjadi satu, sehingga secara keseluruhan tampak tanaman seperti terbakar," sambungnya.

Jamur pyricularia ini, lanjut Yayuk, sangat cepat sekali berkembangnya jadi waktu hari Sabtu (kemarin), ada laporan dari petani bahwa ada serangan blas kemudian petugas melakukan pengamatan, hari ini (Senin, 2/3) terlihat area yang sebelumnya belum ada sama sekali, sudah mulai ada bercak bercak penyakit blas.

"Kami langsung melakukan tindakan yaitu memberikan bantuan pestisida fungisida, diharapkan bisa menghentikan perkembangan jamur tersebut supaya tidak menular ketanaman yang lain," jelas Yayuk.

Masih menurut Yayuk, blas pada umumnya menyerang padi masa primordia atau sebelum bunting yaitu sekitar umur 45 hari atau mulai umur padi "isen-isen" pengisian bulir. Kalau tidak dikendalikan secara seksama nantinya akan mengganggu dari proses pengisian bulir, mengakibatkan padi gabug.

Kondisi itu, lanjut Yayuk, tentunya mengurangi produktivitas panen, salah satu pemicunya faktor cuaca ekstrem dengan kelembaban cukup tinggi. Kendati demikian ada beberapa trik bagi petani padi untuk meminimalisir blas terutama di musim penghujan sekarang ini. Metode ini dapat dilakukan sejak awal tanam, yaitu dari memperhatikan jarak tanam dan menghindari tanaman rumput gajah yang ditengarai menjadi tempat inang blas.

"Diperhatikan jarak tanamnya itu tidak boleh terlalu rapat, jadi disitu kemudian juga apa namanya kebersihan lingkungan termasuk, sekitarnya biasanya kan banyak tanaman rumput gajah itu juga sebagai inang juga nanti," pungkas Yayuk. (uji/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO