Rabu, 15 Juli 2020 05:14

Telaga Husada, Destinasi Baru Wisata Alam di Kediri

Minggu, 23 Februari 2020 15:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Telaga Husada, Destinasi Baru Wisata Alam di Kediri
Pintu masuk Telaga Husada. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Harapan Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno agar di setiap desa ada tempat wisatanya, ternyata disambut hangat oleh masyarakat dan kepala desa di Kabupaten Kediri. Karena bila ada tempat tujuan wisata, maka perekonomian warga juga ikut bergerak. Warga bisa berjualan dan desa juga mendapat pemasukan dari parkir, dan sumbangan sukarela dari para pengunjung.

Kini masing-masing desa seolah ingin berlomba untuk mewujudkan harapan itu. Bila desa sudah ada tempat wisatanya seperti sumber air, alam pegunungan, atau yang lain, maka tinggal memoles. Tapi bila belum ada, maka warga atau pemdes setempat membangun wahana baru yang dinilai bisa dijadikan tujuan wisata.

Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Nglumbang, Kecamatan Gurah. Desa yang berjarak sekitar 17 km dari pusat Kota Kediri itu, berhasil menyulap sumber air Tlogowaru 1 yang sebelumnya kumuh, menjadi tempat tujuan wisata air dan alam yang menjanjikan.

Kepala Desa Nglumbang, Mujitrisno menjelaskan bahwa awal mula muncul ide mengembangan wisata air ini, pada tahun 2017 lalu. Menurut Mujitrisno, saat itu sumber air Tlogowaru 1, airnya hanya sedikit karena sudah dangkal.

"Pemdes Nglumbang lalu mengajukan bantuan ke pemerintah, agar sumber Tlogowaru dinormalisasi. Alhamdulillah, pada tahun 2019, bantuan normalisasi sumber terwujud, sehingga kedalaman air sumber Tlogowaru menjadi 3 - 4 meter," kata Mujitrisno, Minggu (23/2/20).

Untuk mewujudkan impian punya tempat wisata, akhirnya Pemdes dan BPD Nglumbang mendirikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pada tanggal 6 Februari 2020. Sekalian mendeklarasikan nama baru tempat wisata ini menjadi Telaga Husada.

Alasan dinamakan Telaga Husada, Mujitrisno menjelaskan bahwa nama itu sudah melalui perenungan yang panjang dan ada hubungannya dengan sejarah berdirinya desa Nglumbang.

Mujitrisno menceritakan, Desa Nglumbang diyakini didirikan pada awal abad ke-19 oleh 4 orang musafir bernama Empu Brojoguno, Empu Brojodento, Empu Brojomusti, dan Empu Brojolamatan, yang semuanya berasal dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Pada suatu hari, para Empu itu membuat 'gaman' atau keris di tempat yang diyakini ada di sebelah Barat sumber Tlogowaru. Usai membuat keris, para empu itu lalu mencelupkan keris yang masih membara ke air sumber Tlogowaru, sehingga keris menjadi dingin," terang Mujitrisno.

"Ibarat sebuah panas yang membara, setelah dimasukkan air di sumber Tlogowaru menjadi dingin. Berarti air di sumber Tlogowaru itu bisa "meng-usada-ni" atau menyembuhkan dari yang panas menjadi dingin. Makanya sumber Tlogowaru 1 ini kami ubah namanya menjadi Telaga Husada. Semoga Telaga ini nanti bisa "menyembuhkan" dari yang panas menjadi dingin, yaitu dengan berekreasi menikmati kesejukan dan keindahan alam di telaga ini," tambah Mujitrisno.

Ia juga berharap waktu peresmian, Bupati Kediri bisa hadir. "Kami sangat berharap Ibu Bupati bisa hadir saat peresmian Telaga Husada ini, sekalian men-support kami dan masyarakat Desa Nglumbang, agar bersemangat memajukan desanya," pungkas Mujitrisno didampingi Ketua BPD Nglumbang, Rudi. (uji/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...