Petugas BPBD dan Tagana mengevakuasi warga beserta barang-barang menggunakan perahu karet.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Banjir kembali melanda Kota Pamekasan. Hal ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kabupaten Gerbang Salam selama hampir 5 jam, Minggu (23/02/20) dini hari. Hal ini diperparah dengan air kiriman dari daerah Utara.
Informasi yang dihimpun, wilayah terparah yang terdampak banjir berada di daerah Kelurahan Patemon, Kelurahan Jungcangcang, Desa Laden, sampai Desa Lemper Kecamatan Kota. Di wilayah tersebut, ketinggian air mencapai 70 cm hingga 1 meter.
BACA JUGA:
- Atasi Banjir di Madura, Anggota DPRD Jatim Dorong Pemprov-Pemda Susun Penanganan Jangka Panjang
- Tinjau Sungai Penyebab Banjir di Pamekasan, Wagub Jatim Minta Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan
- 10 Gudang Penyimpanan Garam di Pamekasan Rusak Akibat Puting Beliung
- Diterjang Angin Kencang, 35 Rumah di Pamekasan Alami Kerusakan
Bahkan, jalan raya Abdul Azis, akses menuju Kelurahan Jungcangcang hingga ke perempatan Gadin harus ditutup karena sudah tidak bisa dilewati.
Sedangkan di jalan raya Trunojoyo tepatnya depan eks stasiun, air sungai meluap ke jalan raya dan hingga pagi ini belum surut. Banjir ini merupakan yang paling parah selama tahun 2020.

Kepala BPBD Pamekasan Akmalul Firdaus, saat mendampingi Wakil Bupati Raja'e memantau banjir mengatakan, bahwa banjir terjadi akibat adanya kiriman air di wilayah pantura.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




