Menteri Pehubungan Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR RI Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D, dan Meneskab Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M, saat mendengarkan paparan progres rencana pembangunan Bandara Kediri di Pendopo Kabupaten Kediri. foto: ist
“Prosesnya terus kami komunikasikan kepada warga baik melalui Forkopimda dan staf ahli dari Kementerian bahwa deadline tanggal 31 Januari. Sisanya konsinyasi, dalam artian diserahkan BPN untuk dihitung, kemudian uang ganti lahannya dititipkan ke Pengadilan Negeri,” terang Bupati Kediri.
“Harapan terbesar saya, akan banyak warga Kabupaten Kediri yang bekerja di bandara tersebut. Kami bersedia memberikan pelatihan guna menambah skill mereka agar pada saat mendaftar dan seleksi bisa diterima. Jadi yang mendaftar bukan sembarangan karena sudah memiliki skill yang mumpuni,” tambah Bupati Haryanti.
Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi sangat mengapresiasi Pemkab Kediri yang telah bekerja dengan baik terkait pembangunan bandara tersebut. Hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk melakukan hal yang sama.
“Alhamdulillah semua sudah dirancang dengan baik mulai dari akses jalan, saluran air dan lain-lain. Target pembangunan 2 tahun, kita harapkan selama kurun waktu tersebut dapat terselesaikan dengan lancar. Jadi mulai April 2020 hingga April 2022,” jelas Menhub RI ditemui usai pertemuan.

Proyek pembangunan Bandara Kediri ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pembiayaan seluruhnya, mulai dari pembebasan lahan sampai ke pembangunan bandara menggunakan dana dari swasta. Yaitu PT Gudang Garam Tbk. Sementara untuk pengelolaannya seperti Trafic Air Control akan dilakukan oleh BUMN PT Angkasa Pura I (Persero). (adv/kominfo).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




