Sabtu, 15 Agustus 2020 14:52

Saksi Bambang Sayogjo Sebut Pemotongan Perintah Kepala BPPKAD, Menolak pun Tetap Dipotong

Senin, 17 Februari 2020 22:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Saksi Bambang Sayogjo Sebut Pemotongan Perintah Kepala BPPKAD, Menolak pun Tetap Dipotong
Bambang Sayogjo saat memberikan keterangan di PN Tipikor Surabaya. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mantan Kabid Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Daerah Lain BPPKAD Gresik, Bambang Sayogyo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi BPPKAD di PN Tipikor Surabaya, Senin (17/2).

Di hadapan Majelis Hakim, Bambang Sayogjo banyak memberikan keterangan terkait potongan insentif pegawai pada BPPKAD.

Salah satu yang menarik, ia mengungkapkan bahwa pemotongan itu merupakan perintah Kepala BPPKAD sejak dijabat oleh Yetty Sri Suparyati hingga terdakwa Andhy Hendro Wijaya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pegawai BPPKAD ada yang keberatan dengan pemotongan tersebut. Meski demikian, mereka yang menolak ujung-ujungnya tetap harus rela insentifnya dipotong.

"Ada yang keberatan dan ada yang menolak potongan insentif, tapi saya tak hafal," ungkap Bambang.

Namun, Bambang mengungkapkan ada perbedaan cara memotong insentif saat Kepala BPKAD dijabat Yetty Sri Suparyati dan Terdakwa. "Dulu saat Kepala Bu Yetty insentif dipotong secara tunai, saat Terdakwa (Andhy Hendro Wijaya) dipotong secara nontunai," bebernya.

Bambang juga mengungkapkan, bahwa pada bulan Februari tahun 2018 pernah dilakukan rapat saat ada pergantian Kepala BPPKAD dari Yetti Sri Suparyati kepada Terdakwa Andhy Hendro Wijaya. Rapat tersebut membahas pemanfaatan sisa uang potongan insentif. Di antaranya akan dipergunakan untuk kegiatan rekreasi pegawai BPPKAD.

Kemudian, pada bulan April tahun 2018 dilakukan rapat kembali terkait lanjutan pemotongan insentif pajak yang selama ini terjadi. "Rapat tersebut disepakati kalau pemotongan insentif tetap diberlakukan, akan tetapi dengan cara yang berbeda, yakni dari tunai ke nontunai," urainya.

Dikatakan Bambang, pada saat itu setiap insentif cair per triwulan. Sekretaris BPPKAD M. Muktar memberikan rekapan besarnya hasil insentif dan kewajiban potongan yang harus diserahkan kepada sekretariat. 

"Selaku Kabid saya dikasih rekapan. Rekapan itu kami berikan pada staf di bawah saya agar setelah insentif cair dipotong sesuai rekapan dengan cara memberikan slip penarikan untuk diserahkan ke sekretariatan. Slip penarikan itu yang menyerahkan ke saya saudara Mukhtar," paparnya.

Penarikan potongan insentif, tambah Bambang, juga diserahkan M. Muktar kepada masing-masih kepala bidang (Kabid) lain. "Saat rapat koordinator pemotongan insentif yang juga dihadiri Terdakwa, potongan diserahkan ke Muktar," terangnya.

Bambang dalam kesaksiannya juga mengungkapkan, pernah meminta kepada Mukhtar agar stafnya yang bernama Syaiful Aziz dibebaskan dari pemotongan insentif dikarenakan tugasnya berat dan anaknya lagi sakit.

"Permintaan itu akhirnya diterima. Namun, juga ada ada staf saya yang akan pensiun ketika dimintakan dispensasi pemotongan insentif,  ditolak dan tetap disuruh untuk memotong," pungkasnya.

Sidang yang juga dihadiri Terdakwa Andhy Hendro Wijaya oleh Majelis Hakim dilanjutkan Jum’at (21/2), dengan agenda mendengar saksi ahli dari terdakwa. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 15 Agustus 2020 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...