Komisioner KPU Kabupaten Kediri, Divisi Parmas, Nanang Qosim (siap pecahkan kendi), Eka Wisnu Wardana (Divisi Rendatin) dan Anwar Anshori (Divisi Teknis). Foto: MUJI/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - KPU Kabupaten Kediri melauching Mobil Pintar Pemilu Digital di Kebun Bibit, Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Minggu (16/2).
Mobil Pintar Pemilu digital dimaksudkan sebagai sarana untuk mengajak masyarakat mengetahui tentang pemilu, khususnya tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020.
BACA JUGA:
- Ditetapkan Sebagai Bupati Terpilih, Mas Dhito Tetap Jalin Silaturahmi dengan Deny-Mudawamah
- KPU Kabupaten Kediri Distribusikan Logistik Pilkada Serentak 2024 ke 26 Kecamatan
- KPU Kediri Sukses Gelar Debat Publik Terakhir, Ketua KPU Ajak Masyarakat Tak Golput
- Debat Publik Perdana Pilbup Kediri Seru, Ketua KPU: Silakan Pilih Mana yang Cocok
Nanang Qosim, Divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas), KPU Kabupaten Kediri mengatakan bahwa pihaknya harus mencapai 79 % partisipasi masyarakat saat pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri 2020 ini.
"Kami dipatok oleh KPU pusat bahwa partisipasi masyarakat yang hadir saat pelaksanaan pemilihan 23 September 2020, bisa mencapai 79 %," kata Nanang Qosim saat melaunching mobil pintar Pemilu, Minggu (16/2).
Menurut Nanang, untuk bisa mencapai target 79 %, maka dibutuhkan partisipasi masyarakat saat pemilihan nanti. "Masih ada waktu 7 bulan dari sekarang untuk terus menyosialisasikan semua tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020, sampai hari H tanggal 23 September 2020, salah satunya dengan menggunakan mobil pintar ini," terang Nanang.
Masih menurut Nanang, partisipasi masyarakat termasuk dari rekan-rekan media, sangat diperlukan. Karena tanpa partisipasi masyarakat pelaksanaan pemilihan tidak akan maksimal. Mobil pintar pemilu digital ini juga dimaksudkan untuk menjemput bola. Artinya dengan mobil ini, KPU akan langsung hadir di tengah-tengah masyarakat.
"Jadi dengan mobil pintar pemilu ini, kami bisa langsung menyapa masyarakat di tempat keramaian seperti di pasar, di Car Free Day dan tempat berkumpulnya masyarakat lainnya," pungkas Nanang. (uji/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




