Bupati Kediri Terpilih Hanindito didampingi Wakilnya Dewi Mariya saat menerima Surat Keputusan Penetapan sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kediri Terpilih dari Ketua KPU Kediri, Nanang Qosim. Foto: Muji Harjita.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Paslon Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa secara resmi ditetapkan KPU Kabupaten Kediri sebagai bupati dan wakil bupati terpilih periode 2025-2030. Penetapan ini disampaikan dalam sidang pleno terbuka di Balai Pertemuan Bhagawanta Bari, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Kamis (9/1/2025).
Berdasarkan hasil putusan KPU Nomor 09 Tahun 2025, pasangan nomor urut 2 ini memperoleh 489.900 suara atau 56,53 persen dari total suara sah. Hasil putusan KPU ini telah diterima bupati terpilih Hanindhito Himawan Pramana dan para partai pengusung.
BACA JUGA:
- MK Kabulkan Uji Materi Obstruction of Justice, Direktur YLBH FT: Saatnya Advokat Bebas Berintegritas
- Bupati Kediri Ingatkan Pimpinan Dekopinda Baru agar Jaga Ruh Koperasi
- Bupati dan Pimpinan DPRD Kabupaten Kediri Tandatangani Persetujuan Raperda APBD 2026
- Kejari Beri Bantuan Hukum Nonlitigasi kepada Disperkim Kabupaten Kediri
Dengan demikian, Mas Dhito, sapaan akarab Hanindhito bersama Dewi mengajak kepada semua instrument masyarakat di Kabupaten Kediri untuk bergandengan tangan dan menjaga kembali tali silaturahmi.
“Saya mengimbau bagi seluruh relawan maupun tim 02 yang kemarin sudah bergabung dan membersamai saya dan Mbak Dewi selama kita berkampanye untuk segera merangkul teman-teman kita, saudara-saudara kita yang kemarin mungkin mengusung pasangan calon 01,” kata Mas Dhito, sapaan akrab Hanindhito Himawan Pramana.
Mas Dhito mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya merencanakan akan bertemu dan menjalin komunikasi dengan pasangan Deny Widyanarko-Mudawamah yang saat itu absen dalam rapat pleno terbuka. Pihaknya meyakini, apa yang menjadi usulan maupun program kerja pasangan Deny-Mudawamah ada niatan baik untuk masyarakat Kediri.
“Jadi tidak hanya karena saya terpilih saya mengerjakan program kerja yang menjadi prioritas saya, tidak begitu. Pasti Pak Deny dan Bu Mudawamah juga punya niat yang sama, program yang sama cuma mungkin penafsirannya berbeda,” ungkap Dhito.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




