Senin, 19 Agustus 2019 11:35

Teler di Pos Kamling, Muda-mudi Ini Diamankan

Minggu, 21 Desember 2014 15:22 WIB
Editor: nisa
Wartawan: dito

NGANJUK (bangsaonline) -Pasangan muda-mudi yang masih berstatus pelajar salah satu SMK di Nganjuk, salah satunya harus berurusan dengan polisi. Sedangkan pasangan kencannya dilarikan ke puskesmas. 

Kedua pelajar kelas XI dengan inisial Ta dan So ini dipergoki warga di sebuah pos kamling Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom sekitar pukul 12.00. Keduanya, terlihat dalam kondisi mabuk berat. 

Beberapa warga dan perangkat desa awalnya curiga melihat dua remaja lawan jenis dengan gerak-gerik mencurigakan berada dalam pos kampling. Mereka baru saja turun dari kendaraan sepeda motor dan langsung masuk dalam pos kampling.

Hanya, remaja putri, Ta terlihat terkapar dan lemas dalam pos kampling, sedang pria kencannya yang memboncengnya masih terlihat tegar meski juga sama-sama mabuk. 

“Keduanya terlihat mabuk berat, tapi yang perempuan sudah tidak kuat berdiri, yang laki-laki masih kuat,” ungkap Sentot Rudi Prastyono, Kepala Desa (Kades) Sonobekel, Sabtu malam (20/12/2014).

Gerak-gerik dua sejoli dalam pos kampling membuat warga yang mengetahui curiga. Mereka akhirnya mendekati pos kampling dan mengetahui si perempuan sudah lemas dan tidak sadarkan diri. Sementara, So, teman prianya juga terlihat mabuk dan berbau miras dari mulutnya, meski masih sadar.

Kades lalu menghubungi Polsek Warujayeng, sebelum kemudian membawa kedua remaja itu ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. “Langsung kami menghubungi polisi, dan keduanya kami bawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” ujar Sentot.

Sekitar setengah jam dirawat di puskesmas Warujayeng, Ta sudah terlihat pulih kembali kesehatannya dan langsung dibawa pulang oleh kedua orang tuanya. 

Sementara So langsung dibawa polisi ke Mapolsek Warujayeng untuk menjalani pemeriksaan. Orangtua So juga dipanggil untuk mendampingi putranya di kantor polisi.

Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsek Warujayeng Ipda Didik Priyanto mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap So memunculkan petunjuk, bahwa kedua remaja ini memang benar-benar telah menenggak miras jenis arak jawa.

Ceritanya bermula saat Ta mendatangi rumah So sekitar pukul 10.00 wib. Keduanya sudah akrab dan kerap pergi berdua, tanpa menaruh curiga orang tua si gadis membiarkan anaknya pergi jalan-jalan berboncengan motor.

Di tengah perjalanan, dua remaja ini sempat mampir ke sebuah warung milik Paini (69), yang belakangan diketahui menjual miras jenis arak jawa. Keduanya pun diduga sudah berniat membeli arak untuk diminum bersama.

Dengan membawa sebotol miras ukuran 1 liter, Ta dan So melanjutkan perjalanan ke kawasan kota. “Sempat berkeliling kota dulu,” kata Didik.

Sekitar pukul 11.30 wib, mereka keluar dari kota hingga melintas di jalan umum Desa Blitaran, Kecamatan Sukomoro. Di lokasi inilah, yang berupa area persawahan, kedua remaja ini berhenti untuk melakukan pesta miras. Ta dan So menenggak sedikit demi sedikit miras secara bergantian, dari botol bekas air mineral tersebut hingga hampir habis.

Dalam kondisi setengah sadar, kedua remaja ini nekat melanjutkan perjalanan hingga masuk wilayah Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom. Namun sampai di sini, Ta diduga tak kuasa menahan rasa mabuknya, sehingga mereka berhenti di sebuah poskamling yang tampak sepi. 

“Belakangan si remaja putri (Ta) ditemukan pingsan karena pengaruh alkohol,” sambung mantan Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Tulungagung ini.

Lebih lanjut Didik mengatakan, So saat itu hanya diberi peringatan oleh polisi, meskipun tetap menjalani pemeriksaan. Berikutnya, satu regu Unitreskrim Polsek Warujayeng langsung menggerebek warung Paini, yang diduga sengaja menjual miras untuk anak di bawah umur.

Dari lokasi, polisi kemudian menyita 12 botol arak jawa yang belakangan juga dipastikan ilegal. “Kami juga panggil dan periksa pemilik warung, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tambah Didik.

Kelalaian Paini ini disebut melanggar pasal 25, Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Nganjuk Nomor 3/1999 tentang Larangan Peredaran Minuman Beralkohol. “Ancaman hukuman pidananya sampai tiga bulan penjara,” jelasnya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...