Sabtu, 11 Juli 2020 08:01

​Kecewa Kebijakan Perusahaan, Ratusan Karyawan SI Wadul ke Dewan dan Pemkab Tuban

Rabu, 12 Februari 2020 22:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Kecewa Kebijakan Perusahaan, Ratusan Karyawan SI Wadul ke Dewan dan Pemkab Tuban
Ratusan pekerja Federasi Serikat Karyawan Anak Perusahaan Semen Indonesia (FSKAP-SI) saat menggelar aksi unjuk rasa.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Karyawan Anak Perusahaan Semen Indonesia (FSKAP-SI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Semen Indonesia pabrik Tuban, gedung DPRD dan pemkab setempat, Rabu (12/2).

Mereka menolak kebijakan Term of Reference (TOR) atau kerangka acuan kinerja PT SI yang dinilai sangat merugikan anak perusahaan, afiliasi, dan penunjang perusahaan.

"Kami menolak kebijakan perusahaan yang merugikan karyawan di anak perusahaan," ujar korlap aksi, Kusmen saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Dengan adanya TOR tersebut, karyawan yang sudah mengabdi puluhan tahun akan diberlakukan seperti Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT).

Untuk itu, mereka meminta kontrak kerja kepada anak perusahaan, afiliasi, dan penunjang yang bekerja 25-26 tahun disesuaikan grade gaji dan tidak lagi mengacu pada UMK dan UMP, serta memberi kesempatan kerja seluas-luasnya pada warga terdampak.

"Masak kami sudah karyawan tetap akan dijadikan PKWT sehingga sistem penggajiannya disesuaikan dengan UMK. Ini sangat merugikan pekerja," cetusnya.

Massa juga mendesak manajemen PT. SI menyentralisasi Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja (PPJP) yang punya kompetensi dalam pengelolaan tenaga kerja. Kebijakan yang dilakukan perusahaan akan berdampak pada 15.500 pekerja yang nantinya akan berpengaruh pada produksi perusahaan. Mengingat SI menjadi holding sektor dan semua dikerjakan oleh anak usaha.

"Kebijakan yang berbasis lingkungan sudah diingkari. Karena sebagian besar keryawan anak usaha ini dari warga lingkungan perusahaan, jika nanti ini dikepras akan timbul persoalan besar. Kalau terjadi rasionalisasi sama hanya dengan PHK secara besar-besaran," tegasnya.

Di kantor SI pabrik Tuban, massa ditemui Senior Manager of Public Relation & CSR PT Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo. Setiawan menerima berkas tuntutan dan berjanji menyampaikannya ke manajemen pusat.

Aksi demonstrasi berlanjut ke kantor DPRD Tuban. Ditemui Sujarno Kepala bagian umum sekretariat DPRD Tuban, karena 50 anggota dewan sedang kunjungan kerja (kunker). Massa dijanjikan secepatnya akan dipertemukan dengan ketua DPRD Tuban untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami meminta dukungan pemkab untuk disampaikan ke Kementrian BUMN karena merupakan induk dari SI," terangnya.

Selanjutnya massa bergerak menuju Kantor Bupati Tuban dan ditemui Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM PTSP dan Naker) Tuban, Wadiono bersama pejabat Pemkab lain di ruang Aryo Tejo.

Wadiono mengatakan, pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu kebijakan yang dilakukan SI dalam mengurangi hak para pekerja anak usahanya. Sepanjang tuntutan FSKAP-SI sesuai regulasi, pasti Pemkab dukung.

"Terkait kebijakan yang diambil SI ini tentunya kita lihat secara komprehensif. Kita mendukung sepanjang itu sesuai dengan regulasi yang ada," tutup Wadiono. (gun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...