TULUNGAGUNG (BangsaOnline) - Kabupaten Tulungagung teryata masih memiliki rawan longsor untuk area pegunungan. Namun untuk mengantisipasi hal tersebut dinas terkait akan selalu memantau area yang dianggap paling rawan tersebut. Sebab, setelah beberapa waktu lalu terjadi longsor dibeberapa titik, yakni kecamatan Pagerwojo dan Sendang.
Saat dimintai keterangan, Kasi Kedaruratan dan Bencana BPBD Suspriandi, menetapkan status kedua kecamatan tersebut sebagai daerah rawan bencana, khususnya kecamatan Pagerwojo karena telah terjadi beberapa kali longsor yang menyebar di beberapa desa dan untungnya tidak ada korban jiwa dari beberapa kali longsor tersebut.
BACA JUGA:
- Evakuasi Truk yang Terpersok ke Jurang Akibat Longsor di Jalur Wisata Bromo Terhambat Kondisi Tanah
- Longsor di Bukit Kedaluh Tutup Jalur Penanjakan Bromo, Sejumlah Kendaraan Tertimbun
- Tahun Depan, BMKG akan Berikan Informasi Peringatan Longsor dan Banjir
- Hujan Deras Akibatkan Tebing di Payung 2 Kota Batu Longsor
"Meskipun ada bencana longsor tetapi tidak menimbulkan korban jiwa", ujar Suspriandi.
Hanya saja akibat dari peristiwa tersebut terdapat beberapa rumah warga yang terkena dampaknya seperti bagian dinding yang roboh karena terkena longsoran tanah. Ini disebabkan karena pemukiman tersebut memang berada tepat dibawah tebing yang rawan longsor.
Sejauh ini BPBD mencatat ada 6 kejadian yang tersebar, diantaranya longsor di kecamatan Pagerwojo, yang menyebabkan jebolnya tanggul di Kalidawir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




