Foto: tribunnews.com
"Saya melipat dasi dan memasukannnya ke dalam mulut agar saya tidak berteriak. Pria dengan sepatu besar terus mencari siswa dan menembakan peluru ke tubuh mereka," tuturnya, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (17/12/2014).
"Saya berbaring diam seperti yang saya bisa lakukan dengan menutup mata, menunggu-nunggu penuh ketakutan akan ditembak lagi. Tubuhku menggigil," aku Khan.
Pascapenyerangan, Khan sangat trauma. Anggota Taliban bersepatu bot hitam terus menyelinap dalam mimpinya. Ia merasa insiden berdarah waktu itu membawa lonceng kematian untuknya.
"Saya melihat kematian begitu dekat dan saya tidak akan pernah melupakan sepatu bot hitam mendekati saya. Saya merasa seolah-olah itu adalah kematian yang mendekati saya," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, 130 orang tewas dalam serangan tersebut. Sebagian besar dari mereka anak-anak berusia di bawah 18 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




