Selasa, 07 April 2020 04:38

BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Malang, dan Kediri Gandeng KPKNL Atasi Tunggakan Iuran Perusahaan

Kamis, 23 Januari 2020 17:05 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: Tri Susanto
BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Malang, dan Kediri Gandeng KPKNL Atasi Tunggakan Iuran Perusahaan
Rapat koordinasi dan evaluasi pengurusan piutang iuran bersama KPKNL Malang, Rabu (22/1/2020) di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG, BANGSAONLINE.com - BPJS Ketenagakerjaan Blitar menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang menyoroti tunggakan iuran beberapa perusahaan. Sejumlah perusahaan atau badan usaha wajib membayar iuran rutin atas tenaga kerja yang telah didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Dalam praktiknya, tidak jarang sejumlah perusahaan bandel membayar tanggungan tersebut.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pengurusan piutang iuran bersama KPKNL Malang, Rabu (22/1/2020) di Hotel Ijen Suites, Kota Malang, Jawa Timur.

Rapat ini dihadiri langsung Deputi Direktur Wilayah Jatim, BPJS Ketenagakerjaan, Dodo Suharto dan pihak KPKNL Malang. Selain itu, hadir pula perwakilan dari setiap BPJS Ketenagakerjaan dari sejumlah cabang, yaitu Malang, Kediri, dan Blitar.

"BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Malang, dan Kediri adalah wilayah yang menjadi ruang lingkup tugas KPKNL Malang. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong kepatuhan perusahaan," urai Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Agus Dwi Fitriyanto.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk monitoring dan evaluasi. Sejumlah perusahaan yang masih berurusan dengan iuran piutang tidak langsung diserahkan kepada KPKNL. Pihaknya harus melakukan beberapa langkah, seperti memberikan surat, kunjungan, pemeriksaan oleh Wasrik (petugas pengawasan dan pemeriksaan). Jika masih belum tertagih, pihak BPJS Ketenagakerjaan akan menyerahkan ke pihak KPKNL.

Deputi Direktur Wilayah Jatim, BPJS Ketenagakerjaan, Dodo Suharto menjelaskan bahwa penyelenggaraan jaminan sosial mempunyai prinsip gotong royong, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, dan hasil pengelolaan dana jaminan sosial seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta. Dodo juga menekankan meningkatnya manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota. Apalagi, kata dia, kini masyarakat juga bisa memanggil dengan sebutan barunya, yaitu BP Jamsostek. (adv)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...