Gubernur Khofifah Indar Parawansa langsung memimpin rapat internal terbatas bersama sejumlah OPD di Pemprov Jatim, Rabu (8/1). Foto : ist
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sesaat setelah mendarat dari ibadah umrah pukul 08.40 WIB, di Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Indar Parawansa langsung memimpin rapat internal terbatas bersama sejumlah OPD di Pemprov Jatim, Rabu (8/1).
Gubernur Khofifah didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak kemudian masuk ke ruangan memimpin rapat tanggap bencana di Jatim dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal terkait di VIP Room Juanda.
BACA JUGA:
- Prof Kiai Asep: Gubernur Khofifah Jalankan Pemerintahan Pakai Referensi, Perhitungan dan Hati-Hati
- Jelang Pelantikan, Tes Kesehatan, Khofifah-Emil Sehat
- Usung 2 Inovasi, Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif di IGA 2024
- Jenazah Kiai Roziqi Disalatkan di Masjid Akbar, Khofifah 3 Kali Minta Kesaksian Jemaah
Di rapat internal, Khofifah meminta agar penanganan bencana dilakukan antisipasi secara komprehensif. Dibutuhkan penanganan cepat dan langsung respon secara bersama-sama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota, dan instansi terkait.
Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memperkuat konektivitas antar OPD agar respon dan tanggap bisa lebih cepat untuk menangani bencana.
"Ini juga bisa menjadi implementasi early warning system. Kita harus melakukan sesuatu yang serius. Agar respon cepat menangani bencana, konektivitas harus bisa mengkoneksikan dengan OPD terkait," ujar Khofifah.
Untuk solusi penanganan banjir, lanjut Khofifah, salah satunya akan dilakukan memasang sumur biopori di masing-masing rumah. Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk atau meresap ke dalam tanah.
Pemasangan sumur biopori akan diberlakukan saat mengurus IMB dan diharapkan keberadaannya sesuai dengan proporsional lahan rumah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




