Selasa, 25 Februari 2020 20:16

​Pembunuhan Mahasiswi Akper di Sidoarjo Direkonstruksi

Selasa, 07 Januari 2020 22:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
​Pembunuhan Mahasiswi Akper di Sidoarjo Direkonstruksi
Polisi saat gelar rekonstruksi pembunuhan mahasiswi Akper di Sidoarjo.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pembunuhan seorang mahasiswi Akper Kerta Cendekia Sidoarjo asal Maluku Utara, di semak-semak di kawasan pergudangan Safe n Lock Desa Rangkah, Jalan Lingkar Timur Kota Sidoarjo, direkonstruksi.

Pelaku, Marna J Emanratu, (18) warga Maluku Tenggara merupakan teman sekampus korban. Dia tega membunuh korban Lina Indiani Losepta (18) mahasiswi semester 3 itu, dengan cara mencekik leher korban. Lantaran pelaku merasa sakit hati pada perkataan ke orangtuanya, yang menganggap pelaku pembohong dan pencuri.

Dalam rekonstruksi tersebut ada 26 adegan. Sebenarnya ada dua tempat yang digunakan untuk rekonstruksi tersebut. Untuk rekonstruksi awal dilakukan di Perum KNV, rekonstruksi itu menunjukkan pelaku mencekik korban.

Kemudian adengan 19, pelaku membawa korban ke lokasi semak-semak di wilayah pergudangan Safe n Lock. Adegan 21 pelaku melucuti pakaian korban di dalam mobil rental tersebut. Selanjutnya adegan ke-26 pelaku membuang korban dan ditutupi ilalang. Yang terakhir, adegan ke-27 pelaku melarikan diri memakai mobil rental yang disewa oleh pelaku.

"Motif pembunuhan mahasiswi yang ditemukan tanpa busana itu, karena pelaku sakit hati terhadap korban," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi dilokasi rekontruksi, Selasa (7/1/).

Zain menambahkan, awalnya pelaku meminjam laptop ke korban, kemudian laptop tersebut digadaikan oleh pelaku. Akhirnya korban marah dan mengejek pelaku sebagai pencuri dan pembohong. Kemudian merasa tersinggung pelaku mencekik leher korban.

"Melihatnya korban meninggal dunia, pelaku sempat bingung. Akhirnya mayatnya di buang di semak-semak di kawasan pergudangan Safe n Lock Desa Rangkah Kecamatan Kota Sidoarjo," tambah Zain.

Lebih lanjut Zain menjelaskan, akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 338 dan pasal 340. Terkait ada atau tidaknya perencanaan pembunuhan, yang jelas pelaku mengajak korban dengan menyewa mobil rental. Ini yang masih didalami.

"Hukum maksimal penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya dua puluh tahun penjara," pungkas Zain. (cat/ian) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...