Proses evakuasi bus.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi terus mendalami insiden kecelakaan bus pariwisata Fabian Anugrah Trans yang terjun ke sungai di Jembatan Njudel, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Sabtu (7/12) lalu.
Saat ini, sudah ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan terkait kecelakaan maut ini. Mereka di antaranya tiga orang saksi mata di lokasi kejadian, lima orang korban yang hanya mengalami luka ringan, dan saksi ahli dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Kecelakaan Maut di Blitar, Sopir Truk Diduga Ngantuk
- Tak Kuat Nanjak, Truk Muatan Minyak Sawit Terjun ke Sungai di Talun Blitar
- Mobil Hancur, Pengemudi Innova Selamat dari Maut Usai Oleng dan Tabrak Truk di Blitar
- Polres Blitar Gandeng Gus Iqdam, Ajak Masyarakat Ingat Pentingnya Keselamatan Lalu Lintas
Kasatlantas Polres Blitar AKP Amirul Hakim mengatakan, dugaan sementara kecelakaan disebabkan karena human error. Diduga, pengemudi bus bernama Miftakhul Huda (52), warga Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung tidak fokus saat mengemudi. Dugaan ini diperkuat dengan tidak ditemukannya adanya bekas pengereman di lokasi kejadian.

"Berdasarkan hasil olah TKP dugaan sementara pengemudi bus kurang konsentrasi. Saat melihat ada truk mogok, mungkin di situlah sopir konsentrasinya turun. Pengemudi diduga banting kanan menghindari tabrakan dengan truk mogok, di saat bersamaan pengemudi tidak melihat ada sepeda motor dari arah berlawanan kemudian banting setir lagi hingga masuk ke sungai," jelas Amirul Hakim, Senin (9/12/2019).
Namun, lanjut Amirul, hal ini masih belum bisa disimpulkan karena masih harus dikuatkan dengan berbagai pemeriksaan lainnya. Termasuk keterangan pengemudi yang saat ini kondisinya masih menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi karena mengalami luka berat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




