Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.
TUBAN, BANGSAONLINE.com – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Dewan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) Kabupaten Tuban menyelenggarakan rapat pleno Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban di Gedung Korpri, Kamis (5/12).
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein menyampaikan, Ketahanan Pangan tidak luput dari Ketersediaan Pangan, Aksesibilitas, dan Keterjangkauan. “Keterjangkauan sangat berkaitan erat dengan distribusi pangan terhadap masyarakat miskin, mengingat angka kemiskinan di Tuban berada diangka 15,31 persen,” jelasnya.
BACA JUGA:
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Harga Pupuk Subsidi Turun, Ketua DPRD Tuban Minta Kios dan PPTS Pasang Daftar Harga
Selama ini, Kabupaten Tuban sendiri mengalami surplus produksi padi dan jagung. "Namun, apabila aksesibilitas dan keterjangkauannya tidak memadai maka, akan menimbulkan masalah stunting dan kekurangan gizi bagi masyarakat miskin," katanya
“Guna mengurangi stunting dan gizi buruk pada masyarakat miskin, diharapkan DKP dapat berkoordinasi dan sinkronisasi dengan penyedia pangan seperti petani dan pemilik lahan pertanian,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji mengatakan, tujuan rapat pleno ini adalah untuk memperkenalkan pengertian dan wawasan dewan ketahanan pangan tingkat kabupaten serta memahami tugas pokok dan fungsi anggota Dewan Ketahanan Pangan.
"Peran Ketahanan Pangan ini untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah yang berkelanjutan," tutupnya. (gun)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




