Wali Kota Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis (28/11).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewajibkan anak usia SD dan SMP mengikuti program pelatihan rescue. Untuk mendukung hal ini, Pemkot Surabaya telah menyiapkan kolam renang yang terletak di wilayah Jambangan.
Pelatihan rescue akan dimulai bulan Januari 2020, karena proses pembangunan kolam renang bakal selesai akhir tahun ini.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tujuan adanya program pelatihan rescue bagi anak-anak adalah untuk memberikan bekal penyelamatan, sebagai antisipasi jika terjadi bencana. Kegiatan ini nantinya di bawah koordinasi Dinas Pendidikan.
“Kita tidak minta ada musibah di manapun. Tapi kita ingin anak-anak memiliki pengalaman rescue (penyelamatan),” kata Risma saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Kamis (28/11).
Ia menjelaskan, pihaknya akan memberikan training khusus kepada para pelatih yang akan memberikan pelatihan rescue terhadap anak-anak. Mulai dari cara memegang ban, naik perahu karet maupun sekoci.
“Nanti jadwal sekolah-sekolahnya kita buat bergilir sekolah negeri dan swasta. Jadi, sekolah akan mengirim (siswa, red) bergantian,” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




