Selasa, 18 Februari 2020 13:11

​Dokter Sukma Dorong HSN Jadi Hari Libur Nasional

Selasa, 22 Oktober 2019 20:18 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Dokter Sukma Dorong HSN Jadi Hari Libur Nasional
dr. Sukma Sahadewa, Ketua LKNU Surabaya. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak tahun 2015, Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Penetapan itu melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 22 Tahun 2015. Praktis tahun ini adalah tahun ke-5 HSN diperingati.

Sukma Sahadewa, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Surabaya mengaku bersyukur atas penetapan HSN. Sebab, hal itu bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran santri dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

"Saya mendorong ke depan Hari Santri ini bisa menjadi hari libur nasional atau tanggal merah sebagaimana Hari Buruh yang diperingati setiap 1 Mei," tutur pria yang akrab disapa Dokter Sukma itu, usai Upacara Hari Santri di Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa (22/10).

Kader muda NU penggagas program Bakti Subuh ini mengungkapkan, dengan menjadi hari libur nasional maka para santri dan alumni santri bisa ikut merayakan Hari Santri Nasional. Sebab, banyak di antara mereka yang hari ini tidak bisa merayakan HSN karena harus masuk kerja atau kuliah.

Dirinya berharap para santri, alumni santri hingga masyarakat umum bisa merayakan hari santri dengan kegiatan yang bermanfaat tanpa terhalang pekerjaan. Dengan begitu hari santri bisa dirayakan dengan suka cita.

"Dengan menjadi hari libur nasional, maka para santri dan masyarakat bisa Ikut merayakan Peringatan Hari Santri. Tentunya ini juga bentuk penghargaan kepada para santri atas jasa mereka pada negeri ini," urai Sukma.

Kandidat calon kepala daerah di Pilkada Kabupaten Kediri 2020 ini juga berharap pemerintah memasukkan materi tentang resolusi jihad ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah. Hal ini bukan saja untuk meluruskan sejarah tapi sekaligus agar para siswa sebagai generasi penerus mengetahui sejarah bangsa.

Sukma mengingatkan, tanpa resolusi jihad maka tak akan ada peristiwa 10 Nopember yang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Karena itu, antara Resolusi Jihad dan Hari Pahlawan tak bisa dipisahkan.

"Para santri berbondong-bondong terjun ke medan perang karena adanya resolusi jihad yang dimaklumatkan oleh KH. Hasyim Asy'ari. Karena itu, fakta sejarah ini harus diungkap dan disampaikan lewat buku sejarah yang diajarkan di sekolah maupun madrasah,"pungkas pria kelahiran Pare, Kediri tersebut. (mdr/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...