Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wacana penerapan pembelajaran dari rumah kembali mencuat seiring upaya efisiensi energi di tengah dinamika global. Namun, langkah tersebut memunculkan perdebatan terkait dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan utama yang harus diprioritaskan dalam sistem pendidikan nasional.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Soroti Polemik Pemecatan Guru Yogi Susilo, Ning Lia Desak Investigasi Transparan Demi Keadilan
- DPD RI Lia Istifhama X KPID Jatim: RUU Penyiaran Harus Segera Disahkan
- Viral Banner Dicium ODGJ, Senator Cantik Ning Lia Istifhama Cerita ke Pak Purnomo, Sang Polisi Baik
Menurut Lia Istifhama, proses belajar di sekolah memiliki keunggulan mendasar yang sulit tergantikan oleh sistem pembelajaran jarak jauh.
"Bahwa tidak semua aspek pendidikan bisa dialihkan ke sistem daring, terutama kegiatan yang membutuhkan interaksi langsung," tutur Senator Lia, pada Jumat (27/3/2026).
“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi. Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh,” ujar Lia Istifhama.
Lia menjelaskan bahwa kebijakan zonasi pendidikan selama ini telah membantu menekan mobilitas siswa. Dengan jarak sekolah yang relatif dekat dari tempat tinggal, penggunaan energi, khususnya dari sektor transportasi, menjadi lebih terkendali.
Artinya, pembelajaran tatap muka tidak selalu identik dengan pemborosan energi jika sistem yang ada dijalankan secara optimal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




