Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wacana penerapan pembelajaran dari rumah kembali mencuat seiring upaya efisiensi energi di tengah dinamika global. Namun, langkah tersebut memunculkan perdebatan terkait dampaknya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.
Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi pilihan utama yang harus diprioritaskan dalam sistem pendidikan nasional.
Menurut Lia Istifhama, proses belajar di sekolah memiliki keunggulan mendasar yang sulit tergantikan oleh sistem pembelajaran jarak jauh.
"Bahwa tidak semua aspek pendidikan bisa dialihkan ke sistem daring, terutama kegiatan yang membutuhkan interaksi langsung," tutur Senator Lia, pada Jumat (27/3/2026).
“Pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas karena lebih efektif dan mampu menjaga kualitas interaksi. Banyak aspek, seperti praktikum dan pembentukan karakter, yang tidak bisa tergantikan oleh pembelajaran jarak jauh,” ujar Lia Istifhama.
Lia menjelaskan bahwa kebijakan zonasi pendidikan selama ini telah membantu menekan mobilitas siswa. Dengan jarak sekolah yang relatif dekat dari tempat tinggal, penggunaan energi, khususnya dari sektor transportasi, menjadi lebih terkendali.
Artinya, pembelajaran tatap muka tidak selalu identik dengan pemborosan energi jika sistem yang ada dijalankan secara optimal.
Di sisi lain, Lia mengingatkan adanya sejumlah risiko serius jika pembelajaran jarak jauh diterapkan secara masif.
Mulai dari penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi antara guru dan siswa, hingga kesenjangan akses akibat perbedaan fasilitas di rumah.
“Belajar dari rumah berpotensi menimbulkan kesenjangan, baik dari sisi akses maupun kualitas pembelajaran. Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga bisa terdampak karena minimnya interaksi langsung,” jelas Lia Istifhama.
Meski demikian, Lia tidak menutup kemungkinan penggunaan pembelajaran jarak jauh dalam kondisi tertentu, seperti:
- Bencana alam.
- Wilayah dengan keterbatasan tenaga pendidik
- Situasi darurat lainnya
Dalam kondisi tersebut, sistem daring dinilai tetap relevan sebagai solusi agar proses belajar tidak terhenti.
Menghadapi masa pascalibur Idulfitri, Lia mengimbau pemerintah daerah untuk tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai kebijakan yang berlaku.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi siswa.

























