Rabu, 11 Desember 2019 07:43

​Jangan Khianati Sejarah, Cak Firman: Panglima Santri Indonesia Itu Gus Thoriq

Kamis, 17 Oktober 2019 16:22 WIB
Editor: Tim
​Jangan Khianati Sejarah, Cak Firman: Panglima Santri Indonesia Itu Gus Thoriq
Firman Syah Ali (kanan) bersama Gus Thoriq Darwis bin Ziyad (kiri). foto: Istimewa/ BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSONLINE.com - Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yakni seruan Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945 yang disebut Resolusi Jihad.

Seruan Hadratussyaikh ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

“Seruan perang suci pendiri Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng Jombang itu kemudian disebut sebagai Resolusi Jihad,” kata Firman Syah Ali, tokoh muda NU kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (17/10/2019).

Menurut Cak Firman, panggilan Firman Syah Ali, pertempuran 10 November 1945 merupakan obor, sedangkan korek apinya adalah Resolusi Jihad yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Santri Nasional. “Obor tak mungkin menyala tanpa korek api,” kata Cak Firman.

Aspek lain, kata Cak Firman, yang melatarbelakangi penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. “Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional, terutama yang ditulis pada masa Orde Baru, yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri,” katanya.

Terkait HSN 2019, Cak Firman mengaku setuju dengan pernyataan Gus Thoriq bin Ziyad di BANGSAONLINE.com (15/10/2019).

"Saya sudah bertamu ke ndalem Gus Thoriq dan mendapatkan sejarah HSN langsung dari Gus Thoriq. Menurut saya sebaiknya gelar Panglima Santri disematkan kepada pahlawan aslinya saja, yaitu Gus Thoriq. Janganlah sekali-sekali mengkhianati sejarah," ujar Cak Firman.

Seperti diberitakan BANGSAONILINE.com, pencetus Hari Santri Nasional, Gus Thoriq Darwis bin Ziyad heran terhadap A Muhaimin Iskandar (Cak Imin), ketua umum PKB, yang mengklaim sebagai panglima santri. Padahal Gus Thoriq sebagai pencetus HSN dan berjuang untuk mewujudkan gagasannya itu sampai diterima Presiden Jokowi tak mengklaim apapun.

“Saya tidak tahu, kok bisa (Cak Imin) mengklaim sebagai panglima santri, sedang saya sebagai hansip…..hansip santri,” kata Gus Thoriq, pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Banjar Rejo Pagelaran Malang Selatan Jawa Timur kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (15/10/2019).

Gus Thoriq penggagas awal HSN. Ia bahkan memperjuangkan HSN sejak 2011. “Awalnya saya mengundang 100 lebih pondok pesantren. Saya mengundang Gus Dur untuk deklarasi Hari Santri Nasional (HSN) di rumah. Gus Dur siap rawuh (datang) dengan catatan tidak ada halangan,” kata Gus Thoriq.

Cak Firman, keponakan Mahfud MD yang sedang digadang-gadang sebagai Wali Kota Surabaya ini meminta pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan Sejarah HSN ke dalam kurikulum pelajaran resmi sekolah. “Dan jangan lupa nama Gus Thoriq dimasukkan ke dalam kurikulum tersebut, jangan nama yang lain,” pintanya.

Cak Firman meminta negara lebih menjadikan Peringatan Hari Santri Nasional segebyar peringatan Hari Pahlawan. Artinya, jadikan semua bentuk peringatan HSN sebagai acara kenegaraan yang melibatkan TNI/Polri dan ASN, jangan ada kesan peringatan HSN hanya dilakukan oleh santri.

"HSN ini kan penghargaan negara akan jasa para santri, maka negara harap melakukan upacara besar-besaran sebagaimana upacara Hari Pahlawan. Kalau pada hari pahlawan seluruh PNS diwajibkan berpakaian ala pahlawan, maka pada hari santri sebaiknya seluruh PNS diwajibkan memakai sarung dan peci hitam, karena pakaian itulah yang dikenakan laskar santri dalam merebut kemerdekaan RI," pungkas Pengurus Harian LP Maarif NU Jatim ini. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sab...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...