Senin, 21 Oktober 2019 00:35

Menristekdikti: Saya Tak Pernah Larang Mahasiswa Unjuk Rasa, Tapi Kampus Tidak Boleh Mengerahkan

Kamis, 10 Oktober 2019 17:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Menristekdikti: Saya Tak Pernah Larang Mahasiswa Unjuk Rasa, Tapi Kampus Tidak Boleh Mengerahkan
Menristekdikti Mohamad Nasir saat menghadiri undangan di Universitas Jember (Unej), Kamis (10/10/2019).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan tidak pernah melarang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa (unras). Hal itu disampaikan dalam kesempatannya memenuhi undangan Universitas Jember (Unej) dalam kegiatan seremonial soft launching gedung Integrated Laboratory di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (10/10/2019).

Menurut Nasir, aksi unjuk rasa merupakan hak dari warga negara. “Tapi kampus tidak boleh mengerahkan. Kampus perguruan tinggi negeri kami larang. Tidak boleh. Tapi mahasiswa punya hak sendiri. Rektor tidak boleh menggerakkan mahasiswa untuk demo,” kata Nasir saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Ditanya apakah ada rektor yang mendapat sanksi karena diduga atau terbukti mengerahkan massa mahasiswa untuk berunjuk rasa? "Dari perguruan tinggi negeri tidak ada. Kami sudah kumpulkan," sambungnya.

Sebagai bentuk evaluasi dan komunikasi tindak lanjut, kata Nasir, Senin (14/10/2019) besok dirinya akan mengumpulkan seluruh rektor dari perguruan tinggi negeri. "Bentuk monitoring dan evaluasi para rektor dalam penggunaan anggaran. Kedua, terkait capaiannya. Ketiga, terkait penyimpangan-penyimpangan apa saja yang terjadi," ungkapnya.

Tindak lanjut berikutnya, katanya, setiap tiga bulan sekali, ia memanggil rektor untuk melakukan evaluasi kinerja. Bahkan, saat bertemu dengan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember, Nasir mengatakan, tak melarang seseorang menyatakan pendapat.

“Itu hak individu. Tapi saya ingin mengajak para mahasiswa berdiskusi dengan kepala dingin, dengan para ahli,” tuturnya. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...