Senin, 21 Oktober 2019 00:40

Tafsir Al-Isra' 66-67: Laut dan Keimanan

Senin, 30 September 2019 23:30 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

66. Rabbukumu alladzii yuzjii lakumu alfulka fii albahri litabtaghuu min fadhlihi innahu kaana bikum rahiimaan.

Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu.

67. wa-idzaa massakumu aldhdhurru fii albahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu falammaa najjaakum ilaa albarri a’radhtum wakaana al-insaanu kafuuraan

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (bi-asa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).


TAFSIR AKTUAL:

Di mana saja kita berada, syetan pasti serius menggoda. Ayat sebelumnya tentang perlindungan Tuhan kepada anak manusia, sehingga tidak mudah terjerat oleh bujuk-rayu syetan, kecuali mereka yang sengaja membrengsekkan diri. Lalu keasyikan dalam pelukan syetan.

Kini, Tuhan mengangkat keadaan laut, di mana kapal-kapal dan perahu melaju berlayar atas izin-Nya, asyik dan nyaman. Di sinilah tanda kebesaran dan rahmat Allah terlihat. Dalam keadaan krisis, di mana angin kencang menerpa, gelombang tinggi mengganas, maka mereka ketakutan dan meminta perolongan Tuhan.

Anehnya, setelah mereka selamat dan menginjakkan kaki di daratan, maka mereka meyakini bahwa yang menyelamatkan itu adalah berhala mereka, bukan Allah SWT. Begitulah perbuatan para nelayan kafir waktu itu. Ayat ini adalah nasehat yang dideskripsikan lewat kasus atau gambaran nyata, bahwa begitulah manusia, susah sekali mensyukuri nikmat Tuhan, tapi mudah sekali berbuat kufur dan ingkar.

Diungkap soal transportasi laut karena masyarakat arab waktu itu sudah mengenal laut dan sudah memanfaatkan kapal layar sebagai alat transportasi untuk perdagangan, menangkap ikan, mencari mutiara, plesiran, perang, dan lain-lain. Walau Nabi Muhammad SAW sendiri belum pernah melihat laut, tapi pengetahuan soal laut sangat mengagumkan. Ya, karena Tuhan yang membisiki.

Dalam keadaan nyaman dan serba aman, berlayar secara normal, cuaca dan hembus angin sesuai harapan, maka mereka memandangnya biasa. Alamnya yang dipuji sebagai baik dan bersahabat, sementara Tuhannya yang dikesampingkan. Begini ini perbuatan "kufur" atas nikmat Tuhan, meski tetap mengimani Tuhan.

Tapi jika keadaan crowded dan gawat, barulah Tuhan disapa dan dirayu-rayu. Ini namanya keimanan "tambal butuh". Seperti orang yang sehat dan enggan beribadah. Saat sakit, Tuhan didekati. Untuk koreksi keimanan, coba rasakan, bagaimana jika Anda sendiri yang dijadikan tambal butuh...?

Sewajarnya jika Tuhan tersinggung, lalu menenggelamkan mereka. Tapi sifat rahmat-Nya maha agung melampaui amarah-Nya, sehingga sedikit sekali dari populasi kapal berlayar yang ditenggelamkan. Umumnya selamat dengan berbagai cara. Mestinya, keimanan para pemanfaat laut sangat tinggi, jika mereka mau mengambil pelajaran dari serba-serbi laut.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...