Sabtu, 18 Januari 2020 19:36

Tafsir Al-Isra' 66-67: Laut dan Keimanan

Senin, 30 September 2019 23:30 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

66. Rabbukumu alladzii yuzjii lakumu alfulka fii albahri litabtaghuu min fadhlihi innahu kaana bikum rahiimaan.

Tuhanmulah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari karunia-Nya. Sungguh, Dia Maha Penyayang terhadapmu.

67. wa-idzaa massakumu aldhdhurru fii albahri dhalla man tad’uuna illaa iyyaahu falammaa najjaakum ilaa albarri a’radhtum wakaana al-insaanu kafuuraan

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (bi-asa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).


TAFSIR AKTUAL:

Di mana saja kita berada, syetan pasti serius menggoda. Ayat sebelumnya tentang perlindungan Tuhan kepada anak manusia, sehingga tidak mudah terjerat oleh bujuk-rayu syetan, kecuali mereka yang sengaja membrengsekkan diri. Lalu keasyikan dalam pelukan syetan.

Kini, Tuhan mengangkat keadaan laut, di mana kapal-kapal dan perahu melaju berlayar atas izin-Nya, asyik dan nyaman. Di sinilah tanda kebesaran dan rahmat Allah terlihat. Dalam keadaan krisis, di mana angin kencang menerpa, gelombang tinggi mengganas, maka mereka ketakutan dan meminta perolongan Tuhan.

Anehnya, setelah mereka selamat dan menginjakkan kaki di daratan, maka mereka meyakini bahwa yang menyelamatkan itu adalah berhala mereka, bukan Allah SWT. Begitulah perbuatan para nelayan kafir waktu itu. Ayat ini adalah nasehat yang dideskripsikan lewat kasus atau gambaran nyata, bahwa begitulah manusia, susah sekali mensyukuri nikmat Tuhan, tapi mudah sekali berbuat kufur dan ingkar.

Diungkap soal transportasi laut karena masyarakat arab waktu itu sudah mengenal laut dan sudah memanfaatkan kapal layar sebagai alat transportasi untuk perdagangan, menangkap ikan, mencari mutiara, plesiran, perang, dan lain-lain. Walau Nabi Muhammad SAW sendiri belum pernah melihat laut, tapi pengetahuan soal laut sangat mengagumkan. Ya, karena Tuhan yang membisiki.

Dalam keadaan nyaman dan serba aman, berlayar secara normal, cuaca dan hembus angin sesuai harapan, maka mereka memandangnya biasa. Alamnya yang dipuji sebagai baik dan bersahabat, sementara Tuhannya yang dikesampingkan. Begini ini perbuatan "kufur" atas nikmat Tuhan, meski tetap mengimani Tuhan.

Tapi jika keadaan crowded dan gawat, barulah Tuhan disapa dan dirayu-rayu. Ini namanya keimanan "tambal butuh". Seperti orang yang sehat dan enggan beribadah. Saat sakit, Tuhan didekati. Untuk koreksi keimanan, coba rasakan, bagaimana jika Anda sendiri yang dijadikan tambal butuh...?

Sewajarnya jika Tuhan tersinggung, lalu menenggelamkan mereka. Tapi sifat rahmat-Nya maha agung melampaui amarah-Nya, sehingga sedikit sekali dari populasi kapal berlayar yang ditenggelamkan. Umumnya selamat dengan berbagai cara. Mestinya, keimanan para pemanfaat laut sangat tinggi, jika mereka mau mengambil pelajaran dari serba-serbi laut.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 18 Januari 2020 12:20 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...