Mahasiswa PMII dan HMI saat menggelar aksi damai di depan Mapolres Bojonegoro.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Aksi demonstrasi juga dilakukan puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Bojonegoro, Jumat (27/9/19) sore.
Namun tuntutan mereka berbeda dengan aksi mahasiswa yang demo sebelumnya di gedung DPRD yang menginginkan UU KPK hasil revisi di-review kembali.
BACA JUGA:
- MD KAHMI Sidoarjo 2025-2030 Resmi Dilantik, Siap Dukung Pembangunan
- Demo 'Reset Bangkalan' Ricuh hingga Mahasiswa Disemprot Water Cannon, Bupati Minta Maaf
- Musda II KAHMI Sidoarjo Pilih Presidium Baru, Siap Kawal Pembangunan Daerah
- Gus Qowim Hadiri Pelantikan Raya HMI Cabang Kediri 2025-2026 serta Simposium Kebangsaan dan Keumatan
Aksi massa dari PMII dan HMI meminta aparat kepolisian mengusut tuntas atas kasus meninggalnya salah satu kader PMII di Sulawesi Tenggara (Sulteng) pada 26 September kemarin. Kader tersebut bernama Randi (22). Ia tewas setelah tertembus peluru saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kendari, Sulawesi Tenggara.
Massa menyuarakan tuntutannya di depan gerbang Mapolres Bojonegoro sembari melantunkan kalimat tauhid. Selain itu, mahasiswa juga membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan dan kecaman terhadap penembak Randi.
M. Nur Hayan, Ketua PMII Cabang Bojonegoro mengatakan, aksi solidaritas yang dilakukan bersama mahasiswa HMI kali ini mendesak Kapolri mencopot Kapolda Sulawesi Tenggara. "Usut tuntas kasus penembakan terhadap sahabat kami (Randi)," tegasnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




