Menjelang masa tanam, kebutuhan pupuk diprediksi bakal meningkat. Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ASDPI) bertekad untuk menciptakan distribusi pupuk yang tepat sasaran.
Danis menambahkan, pihaknya juga cukup optimis terkait realisasi disrtibusi pupuk bakal tercapai. Hingga 24/9 kemarin, sejumlah distribusi pupuk sudah banyak melebihi target. Rinciannya : Pupuk Urea 62%, ZA 70%, SP 36 mencapai 81%, dan Ponska 80%. "Padahal biasanya capai 75%, ini ada yang sudah 81%," sebutnya.
Kesepakatan soal distribusi juga disampaikan pihak produsen pupuk lain yaitu PT Pupuk Kaltim. Produksi yang bagus juga harus diimbangi distribusi yang tepat sasaran. "Harus sinkron di semua lini distribusi," ucap Rohedi, salah satu manajer di PT Pupuk Kaltim itu.
Untuk di Kabupaten Sidoarjo sendiri, Kasi Pupuk dan Alat Pertanian Pra Panen Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Edi Purwanto mengatakan, Sidoarjo juga masih termasuk penyumbang padi terbesar di Jawa Timur. Meskipun memang banyak lahan yang beralih fungsi untuk industri.
"Masih termasuk besar, maka butuh efektivitas produksi," katanya.
Tak hanya para distributor, pihak kepolisian juga siap melakukan pengawasan khususnya terkait penyelewengan distribusi pupuk subsidi. Langkah preventif hingga represif telah disiapkan polisi agar distribusi pupuk tepat sasaran.
"Banyak modusnya, biasanya mulai dari penyaluran di luar wialayah, mengganti karung pupuk subsidi, menjual pupuk subsidi ke perusahaan, hingga mencampur pupuk dengan bahan lain," terang AKP Wahyudin Latif, Kanit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




