Senin, 21 Oktober 2019 00:39

Tafsir Al-Isra' 63: Mewaspadai Bahaya Laten PKI Bagian dari Agama

Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag

63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraan

Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup.


TAFSIR AKTUAL

Setelah Iblis benar-benar membantah dan durhaka, benar-benar tidak mau menghormat Adam bahkan merasa besar diri, maka tidak ada pilihan lain bagi Tuhan kecuali mengusirnya. " idzhab..". Enyahlah kamu dari sisi-KU. Tidak hanya mengusir Iblis, melainkan mengancam pula kepada siapa saja yang mengikuti jejaknya. Mereka akan dibenamkan di neraka Jahanam semua. "... faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraa".

Setidaknya ada dua pelajaran yang bisa diambil dari ayat pendek ini. Pertama, kita wajib membuang setiap pengganggu. Tesis ini dekat dengan pola pikir "dar' al-mafasid" (membuang segala yang berpontensi merusak) yang mesti dilakukan duluan sebelum menghadirkan kemaslahatan (al-mashalih). Artinya, tindakan prefensi lebih baik ketimbang tindakan kurasi.

Petani yang cerdas akan memperhatikan hama lebih dahulu, dibasmi, dan dimatikan sebelum menaburkan pupuk untuk kesuburan tanaman. Jika murid-murid di sekolah pada membangkang dan nakal, mengganggu, dan provokator, maka kepala sekolah mesti menyikapi mereka lebih dahulu, dibimbing, dan diarahkan sebelum menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler.

Dan dalam dunia politik lebih tajam lagi. Yang tidak sejalan mesti cepat dibuang. Sama dengan dunia medik. Dokter lebih menyukai cepat mengamputasi anggota badan yang membusuk sebelum menjalar ke anggota yang lain daripada mengobatinya tanpa ada kepastian sembuh total.

Kedua, menuntaskan semua akibat yang ditimbulkan. Tidak sekadar mengusir yang bermasalah saja (Iblis), melainkan juga harus menghentikan keburukan para pendukung yang loyal kepadanya (man tabi'ak). Bahkan dalam ayat tersebut ditunjuk ancaman yang sama, baik bagi Iblis maupun pengikutnya, yakni neraka jahanam.

Ketahuilah, bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang melenggang sendirian tanpa kroni. Sebrengsek apapun kiprah seseorang, pasti punya kawan dan pendukung. Seburuk apapun sebuah pemikiran, pasti punya pengagum. Sesalah apapun sebuah keyakinan, pasti ada pengikutnya. Mbok Dewor Lia Eden mengaku Malaikat Jibril, juga ada pengagumnya. Malah tidak ternalar, sekelas Marwah Daud yang doktor luar negeri, kok mau-maunya dadi kacung-kacungane Kanjeng Dimas yang SD.

Di sini, seorang mukmin dituntut berpikir jauh dan mewaspadai, tidak saja bertindak frontal dan selesai, melainkan terus bertanggungjawab atas ekses yang mungkin timbul di kemudian hari. Itulah sebabnya, maka pemerintah dulu terus mewaspadai setiap keturunan dari anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). PKI pernah mengkhianati negeri ini, mengudeta dan membunuhi sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh islam yang tidak sejalan.

Maka benar sekali pemerintah menaruh waspada dan menutup jalan bagi mereka, karena sangat mungkin anak-anaknya melanjutkan perjuangan bapaknya di saat tepat. Dan itulah yang diistilahkan dengan bahaya laten PKI. Perkara sekarang ini ke-PKI-an sudah menyusup dan terbangun diam-diam atau tidak, itu soal lain.

Yang jelas, ayat studi ini (... faman tabi’aka minhum... dst.) cukup kuat sebagai dasar pijakan, sehingga mewaspadai bahaya laten PKI adalah bagian dari perintah agama. Seorang mukmin tidak boleh terkena sengatan berbisa dua kali dalam lubang yang sama. Allah a'lam.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...