Ilustrasi.
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag
63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraan
Dia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamlah balasanmu semua, sebagai pembalasan yang cukup.
TAFSIR AKTUAL
Setelah Iblis benar-benar membantah dan durhaka, benar-benar tidak mau menghormat Adam bahkan merasa besar diri, maka tidak ada pilihan lain bagi Tuhan kecuali mengusirnya. " idzhab..". Enyahlah kamu dari sisi-KU. Tidak hanya mengusir Iblis, melainkan mengancam pula kepada siapa saja yang mengikuti jejaknya. Mereka akan dibenamkan di neraka Jahanam semua. "... faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraa".
Setidaknya ada dua pelajaran yang bisa diambil dari ayat pendek ini. Pertama, kita wajib membuang setiap pengganggu. Tesis ini dekat dengan pola pikir "dar' al-mafasid" (membuang segala yang berpontensi merusak) yang mesti dilakukan duluan sebelum menghadirkan kemaslahatan (al-mashalih). Artinya, tindakan prefensi lebih baik ketimbang tindakan kurasi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




