Sejumlah massa petani tembakau saat audiensi dengan Ketua Sementara DPRD Pamekasan Moh Halili Yasin, Kepala Satpol PP Kusairi, dan Kabid Pengawasan Konsumen Disperindag Pamekasan.
Bahkan Basri mendesak kepada Ketua Sementara DPRD Pamekasan, agar memberikan regulasi yang tepat terkait harga tembakau. Pihaknya juga meminta agar DPRD segera merevisi Perda Tata Niat Tembakau, dan menyampaikan tuntutan para petani kepada Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.
Audiensi tersebut juga sempat memanas. Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dan korlap aksi sempat adu gebrak meja. "Tolong segera sampaikan tuntutan kami kepada Baddrut Tamam, jangan sampai Bupati dan Pemkab Pamekasan terkesan memberikan asumsi kebohongan publik," ucapnya sembari menggebrak meja.
Menanggapi hal ini, Ketua Sementara DPRD Pamekasan Moh Halili Yasin balik menggebrak meja. Ia menegaskan tidak mempunyai nomor telepon Bupati Pamekasan sehingga tidak bisa menyampaikan tuntutan para petani tembakau.
"Tunggu dulu, saya ini memang tidak mau punya nomor telepon Bupati. Saya juga bilang ke beliau; 'Pak Bupati, saya tidak mau minta nomor telepon sampeyan, dan begitu pun sebaliknya, sampeyan tidak boleh punya nomor telepon saya'. Karena apa? Saya tidak ingin ada bisik-bisik dengan Bupati," dalihnya.
Tak hanya sekali Halili Yasin mengatakan kalimat itu, bahkan diulangi dua kali. "Sekali lagi, saya tidak ingin punya nomor telepon Bupati," pungkasnya. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




