Selasa, 18 Februari 2020 14:06

Airlangga Pribadi: Konflik di Papua Harus Ditangani Secara Komprehensif

Kamis, 22 Agustus 2019 00:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Airlangga Pribadi: Konflik di Papua Harus Ditangani Secara Komprehensif
Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Airlangga Pribadi Kusman diwawancarai wartawan usai menjadi narasumber diskusi publik di kampus B Unair, Surabaya, Rabu (21/8). foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konflik yang terjadi di Papua belakangan ini membuat prihatin banyak pihak. Terlebih ada nuansa rasisme dalam peristiwa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Peristiwa di Jatim itu berbuntut demo besar dan tuntutan merdeka dari massa aksi di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat.

Terkait hal itu, pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menilai, masalah Papua tidak bisa diselesaikan dengan instan tapi membutuhkan penanganan yang komprehensif.

Menurut akademisi yang akrab disapa Angga itu, menyelesaikan konflik di Papua tidak hanya melibatkan unsur-unsur pemerintah, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Hal itu dikatakan doktor ilmu politik lulusan Murdoch University itu kepada wartawan usai Diskusi publik "Merawat Kebhinnekaan, Tangkal Ekstrimisme dengan Memperkuat Kesadaran ber-Pancasila" di kampus B Unair, Surabaya, Rabu (21/8).

Menurut Angga, untuk memecahkah persoalan Papua, yang paling penting adalah pemahaman tentang masyarakat Papua. Baik dari sisi sosial, budaya, maupun politik.

“Mereka adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang harus diperlakukan sebagaimana sesama anak bangsa, sebagai warga negara yang harus dihormati, yang memiliki hak-hak sipil dan politik dan menjadi bagian dalam naungan NKRI,” kata dia.

CEO The Initiative Institute ini menilai peristiwa Papua itu mengingatkan pentingnya membangun penghormatan atas Kebhinnekaan yang kini belum disadari oleh berbagai pihak.

“Bahwa yang paling penting ketika kita menghormati kebangsaan, adalah pengamalannya. Pengamalannya itu, bisa muncul dalam adanya respek dan tidak bersikap rasialis terhadap sesama anak bangsa. Saya yakin Papua bisa damai, apabila kita bisa memahami persoalan manusia,” imbuh Dosen FISIP Unair tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim, Najib Hamid yang juga menjadi pembicara dalam diskusi publik ini mengaku tidak bisa berpendapat terkait masalah Papua. Sebab, dirinya kurang begitu mengikuti perkembangan dari peristiwa tersebut.

Namun Najib mengakui perlunya langkah-langkah untuk menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan di kehidupan masyarakat, termasuk di kehidupan kampus. Ia juga mendukung perlunya kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui penataran P4 seperti di era orde baru.

"Namun secara umum, dalam konteks acara diskusi, saya menilai, sistem ekonomi yang kapitalistik seperti sekarang memicu kecemburuan sosial. Komunikasi sosial juga lemah yang itu memicu ekstrimisme," pungkas mantan Komisioner KPU Jatim ini. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...