Bupati Sambari bersama pejabat Forkompinda dan President Director PT. Smelting foto bersama dengan latar belakan Tugu Lontar. foto: SYUHUD/ BANGNSAONLINE
Sekadar informasi, Tugu Lontar dirancang Ir Daniel Mirmanoe Candra Sujanto. Arsitek lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini dikenal sebagai perancang Tugu Pelangi Surabaya.
Tugu Lontar atau Sculpture Lontar merupakan karya seni kontemporer yang menggabungkan dua tema dari dua kebudayaan yang berbeda, yakni Indonesia dan Jepang. Lontar adalah salah satu media tulis yang menjadi sejarah kebudayaan Indonesia yang sangat tinggi pada zamannya.
Perlu diketahui, tanaman lontar tumbuh di Gresik sampai sekarang. Sedangkan Kirigami merupakan seni memotong dan melipat yang menjadi bagian dari kebudayaan Jepang.
Ada empat elemen penting di dalam Tugu Lontar, yaitu Puncak Lontar terbuat dari kuningan berwarna emas yang melambangkan kemakmuran. Kemudian bentuk Kirigami Lontar merupakan perpaduan kerja sama harmonis Indonesia-Jepang, Bilah Metalik sebagai lambang kekuatan dan modernisasi, serta Air Terjun sebagai oase lambang kesegaran dan kemakmuran.
Filosofi Tugu Lontar adalah iron/silver plate perlambang kuatnya perindustrian di Gresik. Pebbles zen berarti membawa ketenangan, kerapian, dan kedisiplinan. Brass plate (gold) perlambang glory atau Gresik yang menuju masa keemasannya.
Bentuk kirigami lontar adalah seni Jepang yang berpadu kelokalan Gresik. Water fountain, elemen air perlambang sejarah Gresik sebagai salah satu pusat penyebaran Agama Islam yang terus mengalir bagai oase yang menyejukkan.
Peresmian tugu lontar sempat menyedot perhatian masyarakat Gresik. Dengan berjubelnya masyarakat yang ingin menyaksikan, jalan di Perempatan Kebomas ditutup total. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




