Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberi keterangan pers.
"Nah yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat adalah tiga sekolah tersebut," tegas Khofifah.
Karena itu Pemerintah Jawa Timur bertekad untuk mendorong dan memfasilitasi DUDI bersedia bermitra dan kerja sama, serta membantu SMK dan SMA yang ditunjuk sebgai pilot project tersebut.
Dengan memberikan fasilitas tersebut bagi para siswa, maka DUDI di Jawa Timur akan berkontribusi untuk ikut meningkatkan serapan tenaga kerja ketika siswa lulus dan mengurangi pengangguran.
Konsep SMA Double Track Jatim
Meski yang ditunjuk sebagai pilot project hanya tiga sekolah SMK, namun Pemerintah Jawa Timur akan mengembangkan MoU ini untuk sekolah SMA melalui program SMA Double Track.
Program ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dapat disiapkan tenaga kerja menengah yang siap pakai.
Pembelajaran di SMA dengan fokus pada penguatan di bidang Akdemis, akan ditambahkan dengan Pendidikan Vokasional di luar jam pelajaran.
Pola pembelajaran vokasional pada SMA pada dasarnya sama dengan yang dilakukan untuk SMK yaitu melalui kemitraan dan kerja sama antara Dunia Usaha dan Industri (DUDI) dengan SMA yang ditunjuk sebagai pilot project SMA Double Track.
Kompetensi keahlian dari mitra kerja sama yang disesuaikan dengan latar belakang mata pelajaran yang di dapat di SMA, misalnya akuntansi, pembukuan, industri kimia, pembiakan bakteri, dan lain sebagainya.
"Untuk pengajarnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berinisiatif untuk memanfaatkan para lulusan terbaik dari Perguruan Tinggi dengan kehlian tertentu, misalnya keahlian pertanian, peternakan, kelautan, teknik industri dan lainnya sebagai Guru Pendamping pada Guru-Guru SMK dan SMA Double Track yang dituntuk sebagai Pilot Project," jelasnya.
Selain itu Pemprov Jatim juga akan memanfaatkan para ahli dibidang tertentu bersertifikat keahlian tingkat Nasional dan International yang telah purna tugas dari perusahaan tertentu (Silver Expert) sebagai pendamping pada Guru-Guru SMK maupun SMA. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




