Sabtu, 24 Agustus 2019 10:32

Barikade Gus Dur: Jangan Ada Intervensi Politik di Konferwil Ansor

Selasa, 23 Juli 2019 00:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Barikade Gus Dur: Jangan Ada Intervensi Politik di Konferwil Ansor
Ahmad Arizal, Ketua Barikade Gus Dur Jatim. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Konferensi Wilayah (Konferwil) XIV Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur digelar kurang sepekan lagi. Ajang suksesi Ketua GP Ansor Jatim ini mendapat perhatian banyak pihak. Salah satunya Barisan Kader Gus Dur atau Barikade Gus Dur.

Ketua Barikade Gus Dur Jawa Timur, Ahmad Arizal menaruh harapan besar kepada kader Ansor yang kelak memimpin ormas pemuda terbesar tersebut. Karena itu, pihaknya berharap proses pergantian pimpinan Ansor itu berjalan alami tanpa ada unsur politis. Apalagi intervensi dari kekuatan politik.

"Saya berharap kompetisi antar kandidat berlangsung fair tanpa ada intervensi politik. Sehingga siapa pun yang terpilih bisa diterima dengan lapang dada dan tidak menimbulkan perpecahan," ujar Ahmad, Selasa (23/7).

Menurut Ahmad yang dikenal sebagai loyalis Gus Dur ini, Ansor dan Banser bukan lagi sekadar penjaga ulama. Tapi juga penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, tujuannya untuk kebangsaan, bukan kepentingan politik partisan.

"Terlebih di era keterbukaan informasi ini, tantangan Ansor semakin berat. Ansor tidak hanya membawa panji Ahlussunah Wal Jamaah, tapi juga menjadi garda terdepan pengawal NKRI. Karena itu, calon ketua Ansor harus berdiri di atas semua kepentingan politik. Tidak boleh terkooptasi satu kekuatan politik tertentu," tuturnya.

"GP Ansor ini garda pengawal NKRI, tidak boleh dikooptasi kepentingan politik praktis. Karena politiknya Ansor adalah kebangsaan dan kemaslahatan umat di bawah panji NU. Ini tugas mulia yang harus dijaga kemurniannya," tegas Ahmad.

Terkait calon Ketua yang akan berkompetisi di Konferwil XIV GP Ansor di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang 28 Juli mendatang, Ahmad menyerahkan pilihan kepada Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Sebab mereka lah yang memiliki hak suara untuk menentukan pimpinan Ansor di Jatim untuk 4 tahun ke depan.

Menurut Ahmad, dua kader yang berpeluang memimpin Ansor yakni Moh Abid Umar Faruq (Gus Abid) maupun Syafiq Syauqi (Gus Syafiq) sama baiknya. Mereka ini bukan saja aset Ansor, tapi juga aset NU di masa depan.

"Gus Abid nasabnya jelas, Gus Syafiq juga. Gus Abid berhasil memimpin PW Ansor selama 6 bulan terakhir, Gus Syafiq juga dipercaya memimpin PC Ansor Tuban 2 periode. Harapan saya, siapa pun yang menang bisa merangkul yang kalah, sehingga Ansor tetap solid," tutur orang dekat Yenny Wahid ini.

Terpisah, Gus Abid juga berharap kompetisi dalam konferwil bisa berjalan dengan lancar dalam suasana kekeluargaan. Ia pun telah mengingatkan pedukungnya agar bisa menahan diri meski tensi kompetisi semakin tinggi. 

Soal imbauan Barikade Gus Dur agar Konferwil Ansor bebas dari intervensi politik, Gus Abid mengaku sangat setuju. Karena itu, sebelum pelaksanaan Konferwil pihaknya telah mengundurkan diri dari Partai NasDem yang menjadi kendaraan politiknya saat Pileg 2019 lalu.

"Pemilu lalu saya memang caleg Partai NasDem, tapi saat ini saya bukan kader partai mana pun. Baik NasDem maupun PKB, meskipun Abah saya adalah Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Kediri," pungkas putra KH. Umar Faruq itu. (mdr/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...