Senin, 26 Agustus 2019 12:56

Tak Puas Dengan Langkah Disperindag, Pedagang Pasar Cheng Hoo akan Audit Pengelolaan Uang Paguyuban

Senin, 22 Juli 2019 01:26 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Supardi
Tak Puas Dengan Langkah Disperindag, Pedagang Pasar Cheng Hoo akan Audit Pengelolaan Uang Paguyuban
Lujeng Sudarto.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polemik anggota dan pengurus Paguyuban Wisata Pasar Cheng Hoo justru makin memanas usai pemanggilan terhadap pengurus yang dilakukan oleh Disperindag. Bahkan, pedagang berencana mengundang auditor independen untuk menelisik keluar masuknya dana yang selama ini dikelola pengurus paguyuban pasar Cheng Hoo.

Mukarromah, Ketua LSM Giras (Gerakan Inspirasi Rakyat Sejahtera) mewakili pedagang pasar Cheng Hoo, mengapresiasi langkah yang dilakukan Disperindag memanggil pengurus paguyuban untuk mencari solusi. Namun, ia mempertanyakan pemanggilan lima pengurus tersebit tidak disertai para pedagang pasar Cheng Hoo.

"Jika tujuannya mencarikan solusi, semestinya semua pedagang di pasar wisata Cheng Hoo diundang," tuturnya.

Untuk itu, lanjut Mukarromah, pihaknya akan mengambil langkah melakukan audit keuangan paguyuban. Tujuannya, untuk mengetahui pengelolaan dana kas paguyuban. "Para pedagang meyerahkan kepada Supadi mengundang konsultan auditor independen. Apapun hasil audit kita hormati," kata Mukarromah.

Terpisah, Lujeng Sudarto Ketua LSM Pusaka yang juga penasehat pengurus paguyuban pedagang pasar Cheng Hoo, mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui polemik pengurus paguyuban dan pedagang sejak lama. Dia mengaku selama ini memilih tidak aktif di kepengurusan paguyuban karena mencium aroma kurang baik.

"Dugaan anggota ada pengurus bersekongkol meperkaya diri, tidak salah. Jika transparan, keluar masuknya keuangan itu tak ada akan terjadi polemik. Permasalahan tidak akan muncul ke publik jika pengurus melakukan tansparansi penggunaan keuangan hasil tarikan dari anggota," tuturnya.

Selain transparansi pengelolaan uang paguyuban, Lujeng juga menyinggung dugaan adanya jual beli stan yang dilakukan sepihak. "Artinya, stan pasar Cheng Hoo merupakan aset pemda. Jika pedagang enggan nempati, stan seharusnya dikunci dan diserahkan ke Disperindag," katanya.

Ia juga mengingatkan pengurus paguyuban yang abai dengan adanya bangunan liar di atas saluran irigasi. "Ada tiga saluran irigasi yang ditutup dan di atasnya berdiri bangunan. Itu menyalahi aturan dan pengurus jangan lakukan pembiaran," kata Lujeng.

"Paguyuban harus mengevaluasi awal penempatan. Belakangan terjadi jual beli bedak. Persoalan yang krusial, menjamurnya pedagang asongan membuat pedagang stan mamin sepi. Pasalnya, pedagang enggan ke stan mamin dan aksesoris karena lokasi jauh dari parkir," terangnya.

Tak cukup sampai di situ, ia juga mempertanyakan pendapatan parkir kendaraan, baik roda 4, minibus, bus, dan sepeda motor. "Pendapatan uang parkir itu sangat besar. Penghasilan parkir itu dikelola lembaga mana? Ponten yang tak layak untuk lokasi wisata pasar Cheng Hoo pendapatannya juga tidak jelas," cetusnya. (par/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...